Jamaluddin Feeli

ARTI KHATAMAN-NABIYYIN

In Ahmadiyah, Ahmadiyah, Kamis, November, Tabligh, Uncategorized on 17 Oktober 2009 at 12:19

Kata “Khatam”

1. Allamah Az-Zarqani: “Sebagus-bagus Nabi dalam hal kejadian dan dalam hal akhlaq.” (Syarh Al-Mawahibul Laduniyah, Juz III, hal. 163).

2. Allamah Ibnu Khaldun: “Nabi yang mendapat Kenabian yang sempurna.” (Muqadimah Fatsal 52).

3. Abu Hasan Asy-Syarif Ar-Ridha: “Penjaga bagi syariat, pengumpul bagi ajaran dan tanda-tanda, cap atau stempel.” (Takhsinul Biyan Fii Majaazatil-Quraan, hal. 191-192).

4. Asy-Syech Bali Effendi: “Tidak ada sesudahnya Nabi yang membawa syariat dan tidak menghalangi adanya Nabi Isa di belakang beliau.” (Syarh Fususul-Hikam, hal. 56).

5. Menurut ahli Lughot `Arab: “Paling mulia”. (Miratusy-Syuruh, hal. 38).

6. Kamus Quran Imam Ar-Raghib: “Stempel.” (Di bawah kata “khatam”).

7. Allamah Abdul Fadhli: “Kebagusan atau perhiasan.” (Gharibul-Quraan Fii Lughatil-Quraan).

8. Lembaga Bahasa IAIN Syarif Hidayatullah: “Cincin”. (Al-`Arabiyyah Bin Namaazij, hal. 149).

9. Allamah Imam `Ali Al-Qori: “Tidak ada Nabi sesudahnya yang akan membatalkan agamanya, dan Nabi yang bukan dari umatnya.” (Maudhuat Kabir,
hal. 59).

10. Maulana Jalaluddin Rumi: “Limpahan karunia Tuhan tidak akan menyamai beliau saw. baik sebelumnya atau yang akan datang.” (Matsnawi, Jilid VII, hal. 8).

11. Waliyullah Syah Muhaddits Delvi, Mujaddid Abad XII: “Tidak didapatkan seseorang yang seperti beliau yang Allah utus kepada manusia sebagai pembawa syariat.” (Tafhimatul Ilahiyyah, Jilid II, hal. 72; APB, hal. 204).

12. Syech Abdul Qadir Al-Rustani: “Setelah beliau saw., tak dibangkitkan seorang Nabi pembawa syariat baru.” (Taqribul-Maram, Jilid II, hal. 233; AKN, hal. 13).

13. Maulana Abu Hasanat Abdul Hayye: “Setelah pribadi Rasulullah saw., tidak tertutup kemungkinan adanya Nabi kecuali pembawa syariat baru.” (Dafi’ul Was-waas, hal. 16; AKN, hal. 13).

14. Ahli Tasawuf, Mirza Madhzar Jan Jana (wafat, 1781): “Selain pembawa syariat sempurna, bagi Allah tidak ada penghalang adanya Kenabian lain.” (Maqamat Mazhari, hal. 88; AKN, hal. 14).

15. Syech Abu Said Mubarak Ibn Ali Mahzumi (wafat, 513 H): “Manusia yang paling sempurna.” (Tuhfah Mursalah Syarif Materjam, hal. 51; AKN, hal. 21).

16. Sufi Abu Abdullah Muhammad bin Ali Hussain Al-Hakim At-Tarmidzi (wafat, 308 H): “Nabi terakhir dalam hal kedatangan tiada keistimewaan, ini adalah ta’wil orang-orang bodoh dan jahil.” (Kitaab Khaatamul-Auliyaa’, hal. 341; AKN, hal. 21).

17. Maulana Muhammad Qosim Nanotawi (wafat, 1297 H): “Kedudukan terpuji.” (Tahzirun-Naas, hal. 3; AKN, hal. 22).

18. Imam Fachruddin Ar-Razi (wafat, 544 H): “Harus berarti paling mulia.” (Tafsir Kabir, Jilid VI, hal. 31).

19. Sayyid Abdul Karim Jailani (wafat, 767 H): “Pembawa kesempurnaan.” (Insaanul-Kamiil, Bab 36, Jilid X, hal. 69).

20. Tafsir Shafi, hal. 111: “Paling mulia.”

21. Tafsir Majma’ul Bahrain, di bawah ayat “khataman-nabiyyin”: “Rasulullah saw. adalah perhiasan bagi para Nabi.” IN 76

22. Tafsir Fat’hul-Bayan, Jilid VII, hal. 286: “Cincin bagi para Nabi.” IN 81

23. Imam Qasthalani menulis dalam Syarh Bukhari: “Penyempurnaan syariat-syariat agama (Irsyad Assari Qasthalani, Jilid VII, Bab “Khataman-Nabiyyin”, hal. 256) dan turunnya Nabi Isa a.s. tidak bertentangan khataman-nubuwwat, sebab, ia ada pada agama beliau saw. (Syarh Bukhari, Jilid VII, hal. 255). IN 81

24. Akmal Addin, hal. 375 adalah kitab orang Syiah: “Kedatangan pemberi petunjuk dari antara Nabi-nabi dan Wali-wali, sekali-kali tidak boleh tertutup selagi manusia belum mengamalkan hukum-hukum Allah.” IN 82

25. Tafsir Al-Qummi, hal. 33: “Allah Taala mengambil air, lalu berfirman, Aku akan tetap menjadikan Nabi dari-mu, menjadikan Rasul, orang-orang Saleh, Imam-imam pemberi petunjuk…” IN 82

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: