Jamaluddin Feeli

Tafsir Al-Fatihah Bag 1

In Ahmadiyah, Rukun Iman, Ta'lim, Tabligh, Tafsir, Tarbiyat on 28 Oktober 2009 at 00:30

Surah 1 : AL-FATIHAH

Diturunkan : Sebelum Hijrah
Ayatnya : 7, dengan Bismillah
Rukuknya : 1.

Tempat dan Waktu Diturunkan

Seperti diriwayatkan oleh banyak ahli ilmu hadis, seluruh Surah ini diwahyukan di Mekkah dan sejak awal menjadi bagian shalat orang-orang Islam. Surah ini disebut dalam ayat Alquran, “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada engkau tujuh ayat selalu diulang-ulang, dan Alquran yang agung” (15:88). Ayat itu menurut pengakuan para ahli, telah diwahyukan di Mekkah, Menurut beberapa riwayat, Surah ini diwahyukan pula untuk kedua kalinya di Medinah. Tetapi waktunya Surah ini untuk pertama kali turun, dapat ditempatkan pada masa permulaan sekali kenabian Rasulullah saw.

Ikhtisar Surah

Surah ini merupakan intisari seluruh ajaran Alquran. Secara garis besarnya, surah ini meliputi semua masalah yang di uraikan dengan panjang lebar dalam seluruh Alquran. Surah ini mulai dengan uraian tentang Sifat- sifat Allah swt. yang pokok dan menjadi poros beredarnya Sifat-sifat Tuhan lainnya, dan merupakan dasar bekerjanya alam semesta, serta dasr perhubungan antara Tuhan dengan manusia. Keempat sifat Tuhan yang pokok — Rabb (Pencipta, yang memelihara dan Mengembangkan), Rahman ( Maha Pemurah ), Rahim (Maha Penyayang ) dan Maliki Yaum-Id-Din (Pemilik Hari Pembalasan) mengandung arti bahwa, sesudah menjadikan manusia Tuhan menganugerahinya kemampuan- kemampuan tabi’ (alami) yang terbaik, dan melengkapinya dengan bahan-bahan yang diperlukan untuk kemajuan jasmani, kemasyarakatan, akhlak, dan rohani. Selanjutnya Dia memberikan jaminan bahwa usaha dan upaya manusia itu akan diganjar sepenuhnya. Kemudian Surah itu mengatakan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah, yakni menyembah Tuhan dan mencapai qurb (kedekatan)-Nya dan bahwa, ia senantiasa memerlukan pertolongan-Nya untuk melaksanakan tujuannya yang agung itu. Disebutkannya keempat Sifat Tuhan itu diikuti oleh doa lengkap yang didalamnya terungkap sepenuhnya segala dorongan ruh manusia. Doa itu mengajarkan bahwa, manusia senantiasa harus mencari dan memohon pertolongan Tuhan, agar Dia melengkapinya dengan sarana-sarana yang diperlukan olehnya, untuk mencapai kebahagian dalam kehidupan di dunia dan akhirat. Tetapi karena manusia cenderung memperoleh kekuatan dan semangat dari teladan baik wujud-wujud mulia dan agung dari zaman lampau yang telah mencapai tujuan hidup mereka, maka ia diajari untuk mendoa, agar Tuhan membuka pula baginya jalan- jalan kemajuan akhlak dan rohani yang tak terbatas, seperti telah dibukakan bagi mereka itu. Akhirnya, doa itu mengandung peringatan bahwa, jangan-jangan sesudah ia dibimbing kepada jalan lurus ia sesat dari jalan itu, lalu kehilangan tujuannya dan menjadi asing terhadap khalik-Nya. Ia diajari untuk selalu mawas diri dan senantiasa mencari perlindungan Tuhan, terhadap kemungkinan jadi asing terhadap Tuhan, itulah masalah yang dituangkan dalam beberapa ayat Al-Fatihah dan itulah masalah yang dibahas dengan sepenuhnya dan seluas-luasnya oleh Alquran, sambil menyebut contoh-contoh yang tiada tepermanai banyaknya, sebagai petunjuk bagi siapa yang membacanya.

Orang-orang mukmim dianjurkan agar sebelum membaca Alquran, memohon perlindungan Tuhan terhadap syaitan :

“Maka apabila engkau hendak membaca Alquran, maka mohonlah perlindungan Allah swt. dari syaitan yang terkutuk” ( 16 :99 ).

Perlindingan dan penjagaan itu berarti:

(1). bahwa jangan ada kejahatan menumpa kita
(2). bahwa jangan ada kebaikan terlepas dari kita
(3). bahwa setelah kita mencapai kebaikan, kita tidak terjerumus kembali ke dalam kejahatan.

Doa yang diperintahkan untuk itu ialah :

” Aku berlindung kepada Allah swt. dari syaitan terkutuk ”

Yang harus mendahului tiap-tiap pembacaan Alquran.

Bab-bab Alquran berjumlah 114 dan masing-masing disebut surah. Kata surah itu berarti :

(1). Pangkat atau kedudukan tinggi.
(2). Ciri atau tanda.
(3). Bangunan yang tinggi dan indah.
(4). Sesuatu yang lengkap dan sempurna (Aqrab dan Qurthubi ).

Bab-bab Alquran disebut surah karena :

a. dengan membacanya, martabat orang terangkat, dengan perantaraannya ia mencapai kemuliaan.
b. nama-nama surah berlaku sebagai tanda pembukaan dan penutupan berbagai masalah yang sibahas dalam Alquran
c. Surah-surah itu masing-masing laksana bangunan rohani yang mulia.
d. tiap-tiap surah berisikan tema yang sempurna.

Nama Surah untuk pembagian demikian telah dipergunakan dalam Alquran sendiri (2:24 dan 24 :2 ). Nama ini dipakai juga dalam hadis. Rasullah saw. bersabda,

“Baru saja sebuah Surah telah diwahyukan kepadaku dan bunyinya seperti berikut ” (Muslim).

Dari situ jelaslah, bahwa nama Surah untuk bagian-bagian Alquran telah biasa dipakai sejak permulaan Islam dan bukan ciptaan baru yang diadakan kemudian hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: