Jamaluddin Feeli

Tafsir Al-Fatihah Bag 4 (ayat 3,4,5)

In Ahmadiyah, Rukun Iman, Ta'lim, Tabligh, Tafsir, Tarbiyat on 28 Oktober 2009 at 01:30

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣)

Artinya :
“a] Maha Pemurah, [b] Maha Penyayang [7]”.
________________________________________
[a] 25:62 ; 26:6 ; 41:3 ; 55:2 ; 59:23
[b] 33:44 ; 36:59

Tafsir:
[7]. “Dalam ungkapan bismillah, sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim berlaku sebagai kunci arti seluruh Surah. Sifat-sifat itu disebut di sini memenuhi satu tujuan tambahan. Sifat-sifat itu dipakai di sini, sebagai mata rantai antara Sifat Rabb-ul-‘alamin dan Maliki yaum-id-din”.

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤)

Artinta:
“[c] Pemilik [8] [d] Hari [9] Pembalasan. [10]”
________________________________________
[c] 48:15
[d] 51:13 ; 74:47; 82:18,19; 83:7

Tafsir:
[8[. “Dalam ungkapan bismillah, sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim berlaku sebagai kunci arti seluruh Surah. Sifat-sifat itu disebut di sini memenuhi satu tujuan tambahan. Sifat-sifat itu dipakai di sini, sebagai mata rantai antara Sifat Rabb-ul-‘alamin dan Maliki yaum-id-din”.

[9]. “Yaum berarti, waktu mutlak hari mulai matahari terbit hingga terbenamnya; masa sekarang (Aqrab ).

[10]. Din berarti, pembalasan atau ganjaran; peradilan atau perhitungan; kekuasaan atau pemerintahan; kepatuhan; agama, dan sebagainya”.

Keempat sifat Tuhan, ialah, “Tuhan sekalian alam,” “Pemurah,” “Penyayang” dan “Pemilik Hari Pembalasan,” adalah sifat-sifat pokok. Sifat-sifat lain hanya menjelaskan dan merupakan semacam tafsiran, tentang keempat sifat tadi yang laksana empat buah tiang di atasnya terletak singgasana Tuhan Yang Maha Kuasa. Urutan keempat sifat itu seperti dituturkan di atas memberikan penjelasan, bagaimana Tuhan menampakkan sifat-sifat-Nya kepada manusia. Sifat Rabb-ul-‘alamin (Tuhan sekalian alam) mengandung arti bahwa, seiring dengan dijadikannya manusia, Tuhan menjadikan lingkungan yang diperlukan untuk kemajuan dan perkembangan rohaninya. Sifat Ar-Rahman (Pemurah) mulai berlaku sesudah itu dengan perantaraan itu, Tuhan seolah-olah menyerahkan kepada manusia sarana-sarana dan bahan-bahan yang diperlukan untuk kemajuan akhlak dan rohaninya. Dan jika Ar-Rahim mulai berlaku untuk mengganjar amalnya. Yang terakhir sekali, sifat Maliki yaum-id-din (Pemilik Hari Pembalasan) mempertunjukan hasil terakhir dan kolektif amal perbuatan manusia. Dengan demikian pelaksanaan pembalasan mencapai kesempurnaan. Sungguh pun perhitungan terakhir dan sempurna akan terjadi pada Hari Pembalasan, proses pembalasan itu terus berlaku, bahkan dalam kehidupan ini juga dengan perbedaan bahwa dalam kehidupan ini perbuatan manusia, seringkali diadili dan diganjar oleh orang lain, para raja, para penguasa, dan sebagainya. Oleh karena itu, senantiasa ada kemungkinan adanya kekeliruan. Tetapi, pada Hari Pembalasan, kedaulatan Tuhan itu mandiri dan mutlak dan tindakan pembalasan itu seluruhnya ada dalam kekuasaan-Nya. Ketika itu tidak akan terdapat kesalahan, tiada hukuman yang tidak tepat, tiada ganjaran yang tidak adil. Pemakaian kata Malik (Pemilik) dimaksudkan pula untuk menunjuk kepada kenyataan bahwa, Tuhan tidak seperti seorang hakim yang harus menjatuhkan keputusan benar sesuai dengan hukum yang telah ditetapkan. Selaku Maliki (Pemilik), Dia dapat mengampuni dan menampakkan kasih-sayang-Nya, kapan saja dan dengan cara apa pun sekehendak-Nya. Dengan mengambil din dalam arti “agama,” maka kata-kata “Yang mempunyai waktu agama” akan berarti bahwa, bila suatu agama sejati diturunkan, umat manusia menyaksikan suatu penjelmaan kekuasaan dan takdir Ilahi yang luar biasa, dan bila agama itu mundur, maka nampaknya seolah-olah sekalian alam berjalan secara mekanis, tanpa pengawasan atau pengaturan Sang Pencipta dan Al-Malik”.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥)

Artinya:
“[a] Hanya Engkau kami sembah [11] dan [b] hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. [12]”.
________________________________________
[a] 11:3; 12:41; 16:37; 17:24; 41:38
[b] 2:46, 154; 21:113

Tafsir:
[11]. “Ibadah berarti, merendahkan diri, penyerahan diri, ketaatan, dan berbakti sepenuhnya. Ibadah mengandung pula arti, iman kepada Tauhid Ilahi dan pernyataan iman itu dengan perbuatan. Kata itu berarti pula, penerimaan kesan atau cap dari sesuatu. Dalam arti ini ibadah akan berarti, menerima kesan atau cap dari sifat-sifat Ilahi dan meresapkan serta mencerminkan sifat-sifat itu dalam dirinya sendiri”.

[12]. Kata-kata Hanya Engkaulah kami sembah, telah ditempatkan sebelum kata-kata, hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan, untuk menunjukkan bahwa sesudah orang mengetahui kebesaran sifat-sifat Tuhan, maka dorongan pertama yang timbul dalam hatinya adalah beribadah kepada Dia.Pikirin untuk mohon pertolongan Tuhan, datang sesudah adanya dorongan untuk beribadah. Orang ingain beribadah kepada Tuhan, tetapi ia menyadari bahwa untuk berbuat demikian, ia memerlukan pertolongan Tuhan. Pemakaian huruf jamak dalam ayat ini mengarakan perhatian kita kepada dua pokok yang sangat penting:

(a). Bahwa manusia tidak hidup seorang diri di bumi ini, melainkan ia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat di sekitarnya. Maka ia hendaknya berusaha jangan berjalan sendiri, tetapi harus menarik orang- orang lain juga bersama dia, melangkah di jalan Tuhan.
(b). Bahwa selama menusia tidak mengubah lingkungannya, ia belum aman.

Layak dicatat pula, Tuhan dalam keempat ayat pertama disebut sebagai orang ketiga, tetapi dalam ayat ini tiba-tiba Dia dipanggil dalam bentuk orang kedua. Renungan atas keempat sifat-sifat Ilahi itu, membangkitkan dalam diri manusa keinginan yang begitu tak tertahankan untuk dapat melihat Khalik-nya , dan begitu mendalam seta kuat hasratnya, untuk mempersembahkan pengabdian sepenuh hatinya kepada-Nya, sehingga untuk memenuhi hasrat jiwanya itu bentuk orang ketiga yang dipakai pada ayat keempat permulaan, telah diubah menjadi bentuk orang kedua dalam ayat ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: