Jamaluddin Feeli

Yang Mati Lebih Tajam Pendengaranya daripada yang Hidup

In Pesantren, Ustadz on 28 Oktober 2009 at 22:36

Oleh: Dewan Asatidz

Tanya:

1.Apakah orang-orang yang di alam kubur mampu mendengar ucapan salam orang yang berziarah kepada mereka padahal dalamal Quran (Ar Rum: 52) “Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikanorang-orang yang mati itu dapat mendengar….”

2. Lalu kenapa di makbaroh GajahNgambung banyak orang berziarah pada sore hari Jum’at adakah dasar hukumnya ?

Dari Siti Zubaidah, Jakarta.

Jawab:
Daripenjelasan di dalam kitab Tafsir Ahkam, Imam Al Qurtubi menguraikan bahwa ayat”Fainnaka laa tusmi’ul mautaa…” (maka sesungguhnya kamu tidak akansanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar….” adalahberkaitan dengan peristiwa pertanyaan sahabat Umar bin Khattab saat Rasulullahsaw memanggil tiga orang pemimpin kafir Qurays dalam perang Badar yang telahmeninggal bebarapa hari.

Saat itu Rasulullah saw ditanyaoleh Umar bin Khattab ra:

يا رسول الله تناديهم بعد ثلاث وهل يسمعون ؟يقول الله إنك لا تسمع الموتى فقال : والذي نفسي بيده ما أنتمبأسمع منهم ولكنهم لا يطيقون أن يجيبوا

Ya Rasulullah, apakah engkaumemanggil-manggil mereka yang telah meninggal tiga hari bisa mendengarkan panggilanmu. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam al quran: Innaka laa tusmi’ul mauta?

Lalu dijawab oleh Rasulullah saw: “Demi Dzat yang jiwaku ada dalam kekuasaan-Nya, tidaklah engkau sanggupmendengar mereka, mereka lebih mendengar daripada kamu hanya saja mereka tidakmampu menjawab.” (HR. Muslim dari Imam Anas ra)

Menurut hadits Shohihaini(Bukhari Muslim) Dari sanad yang berbeda-beda, Rasulullah saw pernah berbicarakepada orang-orang kafir yang gugur dalam perang badar saat mereka dibuang disumur Quleb kemudian Rasulullah saw berdiri dan memanggil nama-nama mereka (yafulan bin fulan 2x) “Apakah engkau telah mendapatkan janji dari Tuhanmudengan benar, sedangkan saya telah mendapatkan janji yang benar pula dariTuhanku.”

Dalampenjelasan kitab Tafsir Ibnu Katsir bahwa yang dipanggil oleh Rasulullah saw ituadalah: Abu Jahal bin Hisyam, Utbah bin Robi’ah dan Syaibah bin Robi’ah.Ketiganya itu adalah tokoh kafir Quraisy.

Haditstersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik. Dalam riwayat lainmenyebutkan bahwa orang yang mati apabila sudah dikuburkan dan orang yangmenguburkan itu kembali pulang, maka dia (ahli kubur) itu mampu mendengar gesekan suara sendal.

Menurut Imam AlQurtubi, orang yang sudah meninggal itu bukan berarti mereka tidak lenyap samasekali juga tidak pula rusak hubungan dengan orang yang masih hidup. Tetapiyang meninggal itu hanya terputus hubungan antara ruh dan badan dan hanyaberpindah dari alam dunia ke alam kubur. (Tafsir ahkam Juz 7: hal 326).

Dengan demikian apakah orangyang meninggal itu bisa mendengar orang yang masih hidup saat memberi salam ataulainya, cukup jelas keterangan ayat dan hadits pada peristiwa Nabi memanggil petinggi kafir qurays saat gugur di perang Badar.

Untuk lebih jelasnya lagi, kitabisa membuka Kitab Ar Ruh karangan Ibnu Qoyyim Al Jauzi (Juz I halaman 5), kalau tidak salah Ibnul Qoyyim itu murid kesayangan Ibnu Taymiyah. Pada halaman itu tertulis riwayat Ibnu Abdil Bar yang menyandarkan kepada ketetapan sabda Rasulullah saw:

ما من مسلم يمر على قبر أخيه كان يعرفه في الدنيافيسلم عليه إلا رد الله عليه روحه حتى يرد عليه السلام

“Orang-orang muslim yang melewati kuburan saudaranya yangdikenal saat hidupnya kemudian mengucapkan salam, maka Allah mengembalikan ruhsaudaranya yang meninggal itu untuk menjawab salam temanya.”

Bahkanmenurut Ulama Salaf mereka telah ijma’ (sepakat) bahwa masalah orang yang mati itu mampu mengenal orang-orang yang masih hidup pada saat berziarah bahkan para ahli kubur mersasa gembira atas dengan kedatangan para peziarah. Hal ini, kata Ibnu Qoyyim, merupakan riwayat atsar yangmutawatir. Selengkapnya kata-kata Ibnu Qoyyim itu sebagai berikut:

والسلف مجمعون على هذاوقد تواترت الآثار عنهم بأن الميت يعرف زيارة الحي له ويستبشر به

Ibnu Qoyyimmengutip ungkapan Abu Bakar Abdullah bin Muhammad bin Abid biin Abidunya dalamkitab Kubur pada bab ma’rifatul mauta biziyaratil ahya. Menyebuthadits sebagai berikut:

عن عائشة رضى الله تعالى عنها قالت قال رسول الله ما من رجل يزور قبر أخيهويجلس عنده إلا استأنس به ورد عليه حتى يقوم

Arti bebasnya:
DariAisyah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Siapa saja yang berziarah ke kuburan saudaranya, kemudian duduk di sisi kuburnya maka menjadi tenanglah si mayit,dan Allah akan mengembalikan ruh saudaranya yang meninggal itu untuk menemaninyasampai selesai berziarah.”

Mayit menjawab salam siapa saja
Orang yang meninggal dunia, akanmenjawab salam baik yang dikenal maupun yang tidak dikenalnya sebagaimana dalamsebuah riwayat hadits berikut:

عن أبى هريرة رضى الله تعالى عنه قال إذا مرالرجل بقبر أخيه يعرفه فسلم عليه رد عليه السلام وعرفه وإذا مر بقبر لا يعرفه فسلمعليه رد عليه السلام

Dari Abi Hurairah ra, Rasulullahsaw bersabda: “Apalabila orang yang lewat kuburan saudaranya kemudianmemberi salam, maka akan dibalas salam itu, dan dia mengenal siapa yangmenyalami. Demikian juga mereka (para mayyit) akan menjawab salamnya orang-orang yang tidak kenal.”

Waktu Ziarah yang baik
Satu ketika, Seorang lelaki dariKeluarga ‘Ashim Al Jahdari berceritabahwa dia melihat Ashim al Jahdari dalam mimpinya setelah beliau meninggal duatahun. Lalu lelaki itu bertanya:

“Bukankah Anda sudahmeninggal?”

“Betul!”

“Lalu dimanasekarang?”

“Demi Allah, saya ada didalam taman Syurga. Saya juga bersama sahabat-sahabatku berkumpul setiap malamJum’at hingga pagi harinya di tempat (kuburan) Bakar bin Abdullah al Muzanni.Kemudian kami saling bercerita.”

“Apakah yang bertemu itujasadnya saja atau ruhnya saja?”

“Kalau jasad kami sudahhancur, jadi kami berkumpul dalam ruh”

“Apakah Anda sekalianmengenal kalau kami itu berziarah kepada kalian?”

“Benar!, kami mengetahuisetiap sore Jum’at dan hari Sabtu hingga terbit matahari”

“Kalau hari lainnya?”

“Itulah fadilahnya hariJum’at dan kemuliannya”

(Cerita itu menurut Ibnu Qoyimbersumber dari Muhammad bin Husein dari Yahya bin Bustom Al Ashghor dari Masma’dari Laki-laki keluarga Asyim Al Jahdari)

Bahkan bukan sore Jum’at danhari Sabtu saja, menurut riwayat Muhammad bin Husein dari Bakar bin Muhammaddari Hasan Al Qoshob berkata bahwaorang-orang yang sudah meninggal mampu mengetahui para peziarah pada hari dua hari yang mengiringi Jum’at (Hari Kamis dan Sabtu).

Bentuk Salam
Ucapaan salam yang disampaikansaat melewati makbaroh atau berziarah biasanya seperti yang banyak ditulis dalamkitab hadits yang sangat banyak adalah dengan ungkapan:

ألسلام عليكم دار قوم مؤمنين وإنا ان شاء الله تعالى بكم لاحقون

“Semoga keselamatan ataskamu wahai kaum mu’minin yang ada di alam kubur, Insya Allah kami akanmenyusul.”

Kesimpulan:
1. Orang yang meninggal dengan izin Allah akan mendengar salam orang yang masih hidup dan mampu menjawabnya. Bahkan pendengaran mereka lebih peka daripada yang hidup.
2. Orang yang memberi salam kepada ahli kubur baik yang dikenal maupun tidak dikenal, merekapun akan menjawab salam kita.
3. Para ahli kubur akan merasa tenang apabila ada saudaranya yang menziarahi.
4. Orang yang berziarah bagus dilakukan pada hari Kamis, Jum’at dan Sabtu.
5. Ucapan salam kepada ahli kubur yang tenar adalah ucapan: Assalamu ‘alaikum daara qoumin mu’mininina, wainna insya Allahu ta’alaa bikum laahikuum.

Dengan keterangan ini, maka tidak heran jika di Kuburan “Gajah Ngambung” Buntet Pesantren Cirebon jika Jum’at sore bada ashar, banyak keluarga Kyai Buntet berziarah. Ternyata ada dasarnya.

JIka kemudian ada seorang tokoh dari NU pernah mengatakan bahwa saya lebih percaya kepada yang mati ketimbang yang hidup. Ternyata dari dasar hadits Rosulullah saw di atas, sangat masuk akal. Jadi kepada Zubaidah, hayo jangan ragu-ragu untuk terus bersilaturahmi kepada ahli kubur baik sanak keluarga kita maupun para alim ulama.

Wallahu a’lam.

Materi ini, hasil kupasan dewan asatidz Buntet Pesantren di Jakarta.

Sumber:
1. Tafsir Ahkam, Imam Al Qurthubi
2. Tafsir Ibnu Katsir
3. Ar Ruh, Imam Ibnu Qoyyim Al Jauzy

Sumber : http://buntetpesantren.org/index.php?option=com_content&task=view&id=741&Itemid=45#easyform

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: