Jamaluddin Feeli

Kapan Lailatul Qadar?

In Islam, Ramadhan, Ulama, Ustadz on 29 Oktober 2009 at 01:40

Tidak ada kepastian mengenai kapan datangnya Lailatul Qadar, suatu malam yang dikisahkan dalam Al-Qur’an “lebih baik dari seribu bulan”. Ada Hadits yang diriwayatkan Abu Dawud, meyebutkan bahwa Nabi pernah ditanya tentang Lailatul Qadar. Beliau menjawab: “Lailatul Qadar ada pada setiap bulan Ramadhan.” (HR Abu Dawud).

Namun menurut hadits lainnya yang diriwayatkan Aisyah, Nabi Muhammad SAW memerintahkan:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِيْ الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah Lailatul Qadar itu pada tanggal gasal dari sepuluh terakhir pada bulan Ramadhan. (HR. Bukhari)

Menurut pendapat yang lain, Lailatul Qadal itu terjadi pada 17 Ramadhan, 21 Ramadhan, 24 Ramadhan, tanggal gasal pada 10 akhir Ramadhan dan lain-lain.

Diantara hikmah tidak diberitahukannya tanggal yang pasti tentang Lailatul Qadar adalah untuk memotivasi umat agar terus beribadah, mencari rahmat dan ridha Allah kapan saja dan dimana saja, tanpa harus terpaku pada satu hari saja.

Jika malam Lailatul Qadar ini diberitahukan tanggal kepastiannya, maka orang akan beribadah sebanyak-banyaknya hanya pada tanggal tersebut dan tidak giat lagi beribadah ketika tanggal tersebut sudah lewat.

Umat Islam hanya ditunjukkan tanda-tanda kehadirannya. Di antara tanda-tanda datangnya Lailatul Qadar adalah:

1. Pada hari itu matahari bersinar tidak terlalu panas dengan cuaca sangat sejuk, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim.

2. Pada malam harinya langit nampak bersih, tidak nampak awan sedikit pun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas. Hal ini berdasarkan riwayat, Imam Ahmad.

Dalam Mu’jam at- Thabari al-Kabir disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Malam Lailatul Qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.”

Amalan-amalan untuk Mendapatkan Laiatul Qadar

Para ulama kita mengajarkan, agar mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar, maka hendaknya kita memperbanyak ibadah selama bulan Ramadhan, diantaranya:

1. Senantiasa shalat fardhu lima waktu berjama’ah.
2. Mendirikan shalat malam atau qiyamul lail (shalat tarawih, tahajud, dll)
3. Membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya dengan tartil.
4. Memperbanyak dzikir, istighfar dan berdoa.
5. Memperbanyak membaca:
اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah.

KH A. Nuril Huda
Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)

________________________________________
Komentar:
________________________________________
faisol menulis:
mau nanya Pak Kyai,

1. apakah semua orang yg sdg beribadah ketika para Malaikat turun, PASTI MENDAPAT LAILATUL QADAR…?

Ataukah Lailatul Qadar berkunjung spt tamu, jd tdk semuanya dpt walaupun sdg beribadah…?

2. Malaikat turun di negara mana…? misal di Indonesia malam hari & ternyata terjadi lailatul qadar, apakah umat Islam di Eropa yg sedang ibadah puasa (krn siang hari) PASTI DAPAT KEUTAMAAN LAILATUL QADAR (krn sedang ibadah ketika malaikat turun)…?

3. Bgmn kalau para ulama sedunia membuat catatan kapan lailatul qadar terjadi di tahun2 sebelumnya… misal thn 1428H, lailatul qadar terjadi pd malam 25, thn 1427 H pd malam 27 dst…

matur nuwun…

semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin…

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com
________________________________________
Abumusa menulis:
Mari raih lailatul qadar dengan i’tikaf di masjid dan memperbanyak ibadah selama i’tikaf.

Ajak keluarga, sanak saudara, tetangga dan kawan untuk i’tikaf. Mari kita hidupkan sunnah yang kini jadi asing ini.

Wallahu a’lam.
________________________________________
Surya menulis:
Saudara Admin NU Online. Saya Orang Awam. Dimasjid tempat saya Sholat Tarowih, saat kultum ustadz berkata yang intinya ” Menurut” kaidah Imam Al-Ghozali bahwa lailatul Qodar bisa dihitung berdasarkan awal datang Romadhon. pendapat itu benar tidak? karena sudah 2 Romadhon saya dengar ceramah yang sama ditempat yang sama. terima kasih
________________________________________
Ruwihadi menulis:
Apakah Lailatul Qadar itu sebenarnya hanya simbolik? Ada hadis yang saya baca dalam buku terjemahan Hadis Muslim (1960-an) bahwa Nabi iktikaf di mesjid secara terus-menerus pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Saya percaya, iktikaf Nabi selama 10 hari itu bukan untuk memperoleh Lailatul Qadar, tetapi untuk merenung lebih radikal. Saya juga makin percaya bahwa sebenarnya Nabi tidak percaya pada pahala Surga dan siksa Neraka secara hurufiah, tetapi secara simbolik. Ada seorang Sufi besar yang menulis begini, ‘Ya Allah, jika Neraka mendekatkan saya dengan Engkau, dan Surga menjauhkan saya dengan Engkau, masukkan saya ke dalam Neraka’. Sufi besar itu hanya butuh bersama Allah, meskipun itu di dalam Neraka. Maka, keberagamaan yang akurat, adalah Jalan untuk Menemukan Allah, dan bukan untuk memperoleh pahala Surga. Sebab, Surga hanya simbolik, sedang Allah adalah Konkret. Dzikr yang diajarkan pun Lailahailallah, yaitu untuk mengingat Allah, bukan untuk mengingat Surga, Nuwun Pak Kyai
________________________________________
Abumusa menulis:
Untuk Ruwihadi,

Meminta surga disunnahkan oleh Nabi. Bila mengikuti Nabi berdoalah untuk mendapatkan surga. Bila ikut sufi besar, Rabiah Al Adawiyah, ya terserah.

Wallahu a’lam.
________________________________________
faisol menulis:
saudaraku Ruwihadi yg sangat kritis,
jg saudaraku Abu musa yg baik,

perkataan seorang sufi janganlah diinterpretasikan mentah2… semua itu butuh pemahaman scr komprehensif…

Di Al-Qur’an, Allah telah menjawab bahwa surga & neraka itu ada…

Rasul saw. juga telah menjelaskan bhw u/ dpt melihat Allah harus di surga… buka saja Riyadhus Shalihin…

kalau sampean pengikut thariqah, tolong sampean perhatikan doa2 yg disampaikan oleh para mursyid…

apakah beliau2 tdk pernah berdoa minta dijauhkan dr azab kubur…? tdk pernah berdoa sapu jagad (minta selamat dunia, akhirat & jauh dr siksa neraka)…? tdk pernah berdoa minta masuk surga agar bisa bersama2 Rasul saw. & melihat Allah..?

tolong sampean perhatikan lg dg lebih seksama doa2 yg dipanjatkan oleh mursyid mana pun…

begitu dulu, saudaraku… semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin…

achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com

Sumber :
http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=14139

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: