Jamaluddin Feeli

Arti Khataman Nabiyyin menurut Ahmadiyah

In Ahmadiyah, Ahmadiyah, Aqidah, Kamis, Tabligh, Tafsir on 12 November 2009 at 01:02

Pandangan Ahmadiyah tentang “Khataman Nabiyin” :
Berikut ini keterangan dalam Hadits serta literatur-literatur terkenal dalam dunia Islam yang telah mengungkapkan penggunaan kata khaatam dengan arti yang menunjukkan suatu derajat (rank) kemuliaan, keunggulan, keutamaan, kesempurnaan, atau derajat lainnya, sebagai berikut:

(i) Hadhrat Ali r.a. adalah “khaatam-ul-auliya” (Tafsir Saafi, pada Surah al-Ahzab). Apakah setelah Hz. Ali r.a. wafat tidak ada auliya (wali) lagi? Tentu tidak. Banyak kemudian hadir wali-wali Allah yang termashur dalam dunia Islam.

(ii) Imam Syafi’i r.h. (767-820) juga disebut “khaatam-ul-auliya” (Al Tuhfatus-Sunniyya, hlm. 45)

(iii) Syekh Ibn-ul-Arabi r.h. (1164-1240) disebut sebagai “khaatam-ul-auliya.” (Futuhaat Makkiyyah, pada halaman judul)

Tiga orang auliya (wali) Allah ini masing-masing telah diberikan gelar khaatam-ul-auliya. Bagaimanakah kata khaatam menurut ungkapan bahasa Arab itu hanya dapat diartikan sebagai terakhir/penutup saja, yaitu tidak boleh ada lagi auliya (wali) lain setelah Hz. Ali bin Abi Thalib r.a.?

Kita lanjutkan pemakaian dan ungkapan kata khaatam menurut bahasa Arab.

(iv) Abu Tamaam (804-845), seorang penyair yang dijuluki sebagai “khaatam-usy-syu’araa” (Dafiyaatul A’ayaan, vol. 1, hlm. 123, Kairo). Apakah setelah Abu Tamaam wafat tidak ada penyair lagi? Tentu tidak. Banyak kemudian hadir penyair-penyair terkenal dalam dunia Islam.

(v) Abu Al-Tayyib (915-965) juga disebut sebagai “khaatam-usy-syu’araa” (Muqaddimah Deewan Al-Mutanabbi, Mesir, hlm. 10)

(vi) Abul al-‘Alaa al-Ma’arri (973-1057) juga dinyatakan sebagai “khaatam-usy-syu’araa” (Muqaddimah Deewan Al-Mutanabbi, Mesir, Catatan kaki, hal 10)

(vii) Syekh Ali Hazeen (1701-1767) juga dikenal sebagai “khaatam-usy-syu’araa” di negeri Hindustan (Hayati Sa’adi, hlm. 117)

(viii) Habib Shirazi juga dihormati sebagai “khaatam-usy-syu’araa” di Iran (Hayati Sa’adi, hlm. 87)

Dari lima orang penyair di atas masing-masing telah diberikan gelar khaatam-usy-syu’araa. Bagaimanakah kata khaatam menurut ungkapan bahasa Arab itu hanya dapat diartikan sebagai terakhir/penutup saja, yaitu tidak boleh ada lagi penyair lain setelah Abu Tamaam?

Kita lanjutkan pemakaian dan ungkapan kata khaatam menurut bahasa Arab.

(ix) Kamper (Camphor), obat anti ngengat dan jamur disebut “khaatam-ul-kiraam” atau “obat yang terunggul.” (Sharh Deewan-al Mutanabbi, hlm. 304).

Apakah tidak ada obat lain yang digunakan atau ditemukan setelah kamper, jika kata khaatam diartikan sebagai terakhir/penutup?

(x) Imam Muhammad Abduh dari Mesir digelari “khaatam-ul-a’imma” (Tafsir Al-Fatihah, hlm. 148). Apakah tidak ada lagi pemimpin (Imam) agama setelah Muhammad Abduh?

(xi) Al-Sayyid Ahmad Al-Sanusi dinamakan “khaatam-ul-mujahidiin” (Akhbaar Al-Jaami’atul Islamiyyah, Palestina, 27 Muharram 1352 H). Apakah Sayyid Ahmad Sanusi merupakan mujahid terakhir/penutup di Palestina?

(xii) Ahmad bin Idris disebut “khaatam-ul-muhaqqiqin” (Al-Aqd-al-Nafees). Apakah Ahmad bin Idris orang yang terakhir mencari kebenaran (haq)?

(xiii) Abul Fazl Al-Alusi juga disebut “khaatam-ul-muhaqqiqin” (Pada halaman judul dari Tafsir Ruhul Ma’aani)

(xiv) Syekh Al-Azhar Saleem Al Bashree juga disebut “khaatam-ul-muhaqqiqin” (Al-Heraab, hlm. 372)

(xv) Imam Abdurahman As-Suyuthi r.h. juga dicatat sebagai “khaatam-ul-muhaqqiqin.” (Pada halaman judul Tafsir Itqaan)

Sampai di sini menjadi semakin jelas arti dan hakikat sesungguhnya dari kata khaatam. Selanjutnya kita dapatkan lagi:

(xvi) Hadhrat Shah Waliyullah dari Delhi diakui sebagai “khaatam-ul-muhaditsiin” (Ajaala Naafi’a). Apakah tidak ada lagi ahli Hadits lain di dunia ini setelah Hz. Shah Waliyyullah?

(xvii) Syekh Syamsuddin disebut sebagai “khaatama-tul-huffaaz” (Al-Tajreed-us Sareeh, Muqaddimah, hlm. 4). Hafiz adalah orang yang hafal luar kepala seluruh isi Al-Qur’an. Apakah tidak ada lagi hafiz di dunia ini setelah Syekh Syamsuddin?

(xviii) Syekh Rasyid Ridha mendapat gelar sebagai “khaatam-ul-mufassirin” (Al-Jaami’atul Islamiyyah, 9 Jumadi-us-Tsaani, 1354 H). Apakah tidak ada lagi ahli tafsir di dunia ini setelah Syekh Rasyid Ridha?

(xix) Dalam Muqaddimah Ibnu Khaldun, halaman 271 terdapat istilah “khaatam-ul-wilayah” yang digunakan untuk menunjukkan kesempurnaan wali. Apakah hanya ada satu wali saja di dunia ini?

(xx) Imam Suyuthi mendapat gelar “khaatam-ul-muhadditsin” (Hadya Al-Shiah, hlm. 210). Apakah setelah beliau tidak ada lagi ahli Hadits di dunia ini?

(xxi) Dalam Bible bahasa Arab kita temukan kata “khaatam-ul-kamaal” (gambar kesempurnaan). Kita lihat dalam Yehezkiel 28:12 versi bahasa Indonesia sebagai berikut: “Hai anak manusia, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Tirus dan katakanlah kepadanya: Demikianlah firman Tuhan Allah: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah.”

(xxii) Dalam Hadits kita temukan “khaatam-ul-muhajiriin.” Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tentramlah wahai pamanku, sesungguhnya engkau adalah khaatam-ul-muhajiriin dalam hijrah, sebagaimana aku adalah khaataman-nabiyyiin dalam kenabian.” (H. R. Ibnu Asakir dan Asyaasyi, dalam Kanzul ‘Ummal, Alaudin Alhindi, Muassatur Risalah, Beirut, 1989, jld. XIII, hlm. 519, Hadits no. 37339). Apakah setelah Hz. Abbas r.a. tidak ada lagi orang yang berhijrah ke Medinah? Apakah Hz. Abbas r.a. adalah orang yang terakhir berhijrah ke Medinah? Tentu tidak.
Dan masih banyak contoh lainnya mengenai pemakaian kata khaatam yang dapat ditemukan dalam literatur-literatur dunia Islam yang mengungkapkan kata khaatam bukanlah mutlak berarti terakhir/penutup saja.
Jadi, sesuai dengan literatur-literatur berbahasa Arab seperti di atas, maka makna kata khaatam memiliki arti yang menunjukkan suatu derajat (rank) kemuliaan, keunggulan, keutamaan, kesempurnaan, atau derajat lainnya.

Sumber : http://www.cybermq.com/forum/isi/3/8/2575

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: