Jamaluddin Feeli

PENDIRIAN DAN ITIKAD JEMAAT AHMADIYAH

In Ahmadiyah on 12 November 2009 at 01:02

PENDIRIAN DAN ITIKAD JEMAAT AHMADIYAH

Riwayat Singkat Jemaat Ahmadiyah

Jemaat Ahmadiyah adalah gerakan dalam Islam yang didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. pada tahun 1889 atau tahun 1306 Hijrah. Beliau lahir di Qadian, India, pada Jum’at pagi, tanggal 13 Februari 1835 bertepatan dengan 14 Syawal 1250 H dan berpulang ke rahmatullah pada tanggal 26 Mei 1908.

Berdasarkan wahyu-wahyu dan perintah Allah Swt. beliau adalah Almasih Yang Ditunggu dan Imam Mahdi Yang Dijanjikan kedatangannya di kemudian hari sebagaimana dinubuwatkan oleh junjungan kita Nabi Muhammad saw. Beliau berpangkat Nabi dan Rasul, tetapi tidak membawa syariat yang baru. Syariat yang dipegang teguh oleh beliau adalah Al-Qur’an Suci 30 Juz serta Sunnah Rasulullah saw. Tugas beliau yang berkali-kali diwahyukan oleh Allah Swt. kepada beliau adalah “yuhyid diina wa yuqiimusy syriah”, yaitu semata-mata menghidupkan agama serta menegakkan syariat agama Islam. Beliau telah menulis lebih dari 80 buku dalam bahasa Urdu, Parsi, dan Arab dengan maksud menjelaskan kepada penduduk dunia tentang kesucian dan kemuliaan ajaran-ajaran Islam. Dalam salah satu buku yang berjudul AL-WASIYAT, beliau berpesan antara lain :
“Adalah kehendak dan keinginan Allah Swt. bahwa Dia akan menarik semua roh-roh suci yang tinggal pada berbagai tempat dalam berbagai negeri di Eropa atau Asia, semua orang yang mempunyai fitrat baik, kepada ajaran Tauhid. Allah Swt. akan mengumpulkan semua hamba-hamba-Nya dalam agama yang satu. Inilah maksud Allah Swt. yang untuk perwujudannya ini aku telah diutus ke dunia. Maka ada baiknya kamu mengikuti benar-benar maksud itu, tetapi dengan jalan lemah lembut, mengutamakan keluhuran akhlak serta banyak-banyak berdo’a ke hadirat Allah Swt.”.
Setelah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Almasihul Mau’ud dan Imam Mahdi wafat, sesudah mengumpulkan kira-kira 200.000 pengikut-pengikut yang saleh dan setia, pimpinan Jemaat Ahmadiyah diteruskan dengan khilafat sesuai dengan sunnah Islam. Sebagai Khalifatul Masih I dipilih Hadhrat Haji Hakim Nuruddin r.a. yang wafat pada tanggal 13 Maret 1914. Beliau ini pernah menjadi guru agama di kota Medinah. Beliau keturunan langsung dari Khalifah yang kedua, Sayyidina Umar r.a.
Setelah beliau ini, dipilih Hadhrat Haji Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad r.a., Mushlih Mau’ud, sebagai Khalifatul Masih II. Mengenai diri beliau ini, Hadhrat Imam Mahdi a.s. banyak menerima wahyu dari Allah Swt. yang menyatakan bahwa Hadhrat Haji Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad akan memainkan peranan untuk perkembangan Islam. Beliau memegang jabatan Khilafat selama 51 tahun dan telah menulis lebih dari 200 buku mengenai keluhuran dan kesucian ajaran-ajaran agama Islam, di antaranya tafsiran Al-Qur’an Suci setebal kira-kira 10.000 halaman. Dalam masa pimpinan beliau, Jemaat Ahmadiyah berkembang ke seluruh penjuru bumi. Beliau wafat pada tahun 1965 dan meninggalkan kira-kira 10 juta pengikut-pengikut Ahmadi yang sangat setia.
Kemudian setelah beliau wafat, dipilih Hadhrat Hafiz Mirza Nasir Ahmad rh. sebagai Khalifatul Masih III. Beliau memperoleh pendidikan di sekolah-sekolah tinggi di India, Pakistan dan Inggris serta hafal di luar kepala Al-Qur’an 30 juz. Setelah beliau ini wafat dalam 1982, lalu dipilih Hadhrat Mirza Tahir Ahmad rh. sebagai Khalifatul Masih IV, yang hingga sekarang memegang pimpinan Jemaat Ahmadiyah.
Pada masa ini pengikut Jemaat Ahmadiyah di seluruh dunia berjumlah kurang lebih 20 juta orang. Missi-missi dan pusat pertablighan Jemaat Ahmadiyah selain didapati di Pakistan, India dan Bangladesh tersebar pula di seluruh pelosok dunia seperti di Amerika dengan mesjid-mesjidnya di Dayton, Chicago, Washington dan di beberapa kota di Canada dan lain-lain. Demikian pula kita jumpai anggota-anggota Jemaat Ahmadiyah di Afghanistan, Persia (Iran) dan negara-negera Timur Tengah lainnya.
Di benua Eropa kita dapati mesjid-mesjid Ahmadiyah di kota London, di kota Zurich (Switzerland), di Den Haag (negeri Belanda), di kota Frankfurt dan Hamburg (Jerman Barat), di Kopenhagen (Denmark), di Gotenberg (Swedia), di Madrid (Spanyol) dan lain-lain.
Di benua Afrika, dibagian Barat dan Timur benua itu, missi-missi Jemaat Ahmadiyah telah banyak membangun proyek-proyek pendidikan dan kesehatan seperti di Nigeria, Ghana, Siera Leon, Gambia, Pantai Gading (Ivory Coast), Kenya, Zambia, Uganda, Tanzania, Mauritius dan lain-lain. Demikian pun terdapat pusat-pusat missi dan mesjid-mesjid di Guyana, Trinidad, Suriname, Kepulauan Fiji, Sri Langka, Malaysia, Singapore, Pilipina, Jepang dan lain-lain.
Kebenaran pendakwaan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Almasihul Mau’ud dan Imam Mahdi dapat diuji dengan Al-Qur’an Hakim dan Hadits-hadits Nabi Muhammad saw. Jika penyelidikan demikian tidak memberikan kepuasan, dapat diminta petunjuk langsung dari Allah Swt. dengan jalan shalat istikharah yang dilakukan dengan hati khusyu dan ikhlas.

SYARAT-SYARAT BAI’AT MASUK KE DALAM JEMAAT AHMADIYAH
(Diambil dari sabda Hadhrat Masih Mau’ud a.s.).

3.2. Tiap-tiap orang yang hendak bai’at masuk ke dalam Jemaat Ahmadiyah harus berjanji dengan ikhlas hatinya, bahwa :
3.2.1. Dia akan menjauhi syirik sampai meninggal dunia.
3.2.2. Dia akan menjauhkan diri dari zina, berdusta, memandang wanita yang bukan muhrim, menjauhi segala macam kedurhakaan dan kemaksiatan, penganiayaan dan pengkhianatan. Dan akan menjauhi perbuatan yang berupa pemberontakan dan kekacauan. Dan tidak akan membiarkan dirinya dikalahkan oleh dorongan-dorongan hawa-mafsunya, walaupun berapa kuat dan hebatnya.
3.2.3. Dia akan tetap mendirikan sembahyang yang lima waktu, sesuai dengan perintah-perintah Allah Taala dan Rasul-Nya saw. Dan senantiasa berusaha sedapat mungkin untuk mendirikan tahajjud (sembahyang malam), menghaturkan salawat dan salam untuk Nabi Muhammad saw. dan meminta ampun kepada Tuhan dari dosa-dosanya, dan mengingat setiap saat akan nikmat-nikmat-Nya dan karunia-karunia-Nya dengan ikhlas hati, serta bersyukur kepada-Nya dan membiasakan memuji dan menjunjung-Nya.
3.2.4. Dia, walaupun ada dorongan hawa nafsunya, tidak akan menyakiti seorangpun dari pada makhluk Allah pada umumnya, dan kaum Muslimin pada khususnya, baik dengan tangannya maupun dengan lidahnya ataupun dengan jalan lain.
3.2.5. Dia akan tulus dan ikhlas kepada Allah dan ridha kepada keputusan-Nya dalam segala hal, baik waktu duka atau waktu sukar dan senang atau waktu sempit dan lapang. Dan ia bersedia untuk menerima segala macam kehinaan dan menderita segala kesulitan pada jalan-Nya. Dia tidak akan memalingkan diri dari pada-Nya ketika datang suatu musibah atau turun suatu bala, bahkan dia akan lebih akrab mendekati-Nya.
3.2.6. Dia akan berhenti dari mengikuti adat istiadat yang buruk dan keinginan-keinginan yang jahat. Dia akan tunduk sepenuhnya pada ajaran-ajaran Al-Qur’an dan akan menjadikan firman Allah Taala serta sabda Rasul-Nya saw. sebagai pedoman bagi amal perbuatannya pada segala bidang penghidupannya.
3.2.7. Dia akan membuang jauh sifat sombong dan angkuh, dan berlaku sepanjang hidupnya dengan merendahkan diri, dan akan menghadapi ummat manusia dengan muka jernih dan bergaul dengan mereka dengan sopan-santun dan budi pekerti yang baik.
3.2.8. Dia akan memandang agama, kehormatan agama dan kewajiban agama Islam lebih mulia dari jiwa-raganya, harta bendanya, anak cucunya dan dari segala apa saja yang dicintainya.
3.2.9. Dia akan menolong dan mengasihani segala makhluk Allah semata-mata mencari keridhaan-Nya. Dan sebisa-bisanya akan mengorbankan apa-apa yang telah diberikan Allah kepadanya berupa kekuatan dan kekayaan untuk kebaikan sesamanya.
3.2.10. Dia akan mengikat janji persaudaraan dengan Hamba Allah ini (Masih Mau’ud a.s.) semata-mata karena mencari keridhaan Allah Taala, yakni bahwa dia akan menaati aku dalam segala hal ma’ruf yang aku anjurkan kepadanya, kemudian dia tidak akan berpaling dari padanya dan tidak pula akan memungkirinya sampai mati. Dan janji persaudaraan ini hendaklah demikian sempurnanya sehingga tidak ada pertalian-pertalian dunia yang dapat menyamainya, baik pertalian kekeluargaan ataupun perniagaan.
Selain 10 syarat ini, seorang yang masuk Jemaat Ahmadiyah wajib berjanji akan memberikan sumbangan untuk da’wah dan tabligh Islam sedikitnya seper-enam belas (1/16) dan adakalanya sampai sepertiga (1/3) dari penghasilan atau gaji yang diperdapatnya dalam tiap-tiap bulan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: