Jamaluddin Feeli

Archive for the ‘November’ Category

Berkat daripada Khilafat

In Ahmadiyah, Khalifah I, Khalifah II, Khalifah III, Khalifah IV, Khalifah V, November, Tabligh on 22 November 2009 at 23:19

Oleh: Tommy Bockarie Kallon – Review Of Religion, September 2002
Penterjemah: A.Q. Khalid

Sejak penciptaan awal manusia, kedatangan seorang nabi selalu merupakan manifestasi daripada rahmat Ilahi dan menjadi sumber dari berbagai berkat. Dengan wafatnya Nabi bersangkutan, muncul manifestasi kedua dari rahmat dan karunia Ilahi dalam bentuk lembaga Khilafat. Lembaga Khilafat merupakan sistem Ilahi yang unik. Khilafat merupakan jabatan dan kawasan dari seorang Khalifah atau penerus seorang Nabi, yang dipilih sebagai pemimpin tertinggi dari komunitas mukminin. Yang bersangkutan menduduki posisi akhlak tertinggi di masanya dan dalam dirinya terkandung kewenangan absolut dalam segala hal yang berkaitan dengan agama. Artikel ini memberikan uraian singkat tentang beberapa keberhasilan akbar dari para penerus Hazrat Rasulullah s.a.w. dan Hazrat Masih Maud a.s. yang menggambarkan bagaimana lembaga Khilafat telah menjadi sarana penegakan hegemoni ruhani dan politis Islam.

Semua Nabi-nabi, tanpa kecuali pada hakikatnya adalah manusia biasa. Hanya saja, meski Hazrat Rasulullah s.a.w., Nabi umat Islam, telah berpulang sebagaimana halnya semua Nabi-nabi sebelum beliau, pesan yang dibawanya harus bertahan sampai dengan akhir zaman. Karena itu Allah s.w.t. dalam Al-Quran menjanjikan bahwa Islam akan tetap dipelihara dan diperkuat melalui dedikasi upaya para Khulafa ur-Rasyidin sehingga para musuh tidak lantas bisa bergembira bahwa setelah wafatnya beliau, Islam akan melayu dan lenyap dalam relung-relung sejarah. Kita bisa membaca dalam Ayatul Istikhlaf yaitu ayat Al-Quran yang mengatur tentang masalah Khilafat:

‘Allah telah menjanjikan kepada orang-orang dari antara kamu yang beriman dan berbuat amal saleh bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah-khalifah di muka bumi ini, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah-khalifah dari antara orang-orang yang sebelum mereka dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka yang telah Dia ridhai bagi mereka dan niscayalah Dia akan memberi mereka keamanan dan kedamaian sebagai pengganti sesudah ketakutan mencekam mereka. . .’ (S.24 An-Nur:56)

Janji tentang akan ditegakkannya Khilafat disini jelas dan tidak bisa diragukan lagi. Mengingat Hazrat Rasulullah s.a.w. sekarang menjadi satu-satunya petunjuk bagi umat manusia, maka tentunya Khilafat beliau dengan satu dan lain cara akan selalu eksis di muka bumi sampai dengan akhir kiamat nanti. Hal ini juga yang menjadi ciri kelebihan beliau di atas semua nabi-nabi dan rasul lainnya.
Sejalan dengan janji tersebut maka ketika Hazrat Rasulullah s.a.w. wafat dan ketika semua mukminin sedang amat kebingungan, Hazrat Abu Bakar r.a. dipilih sebagai Khalifah Islam yang pertama. Pemerintahan Islam kemudian segera dirundung berbagai pertikaian internal dan ancaman eksternal. Saat itu muncul beberapa nabi palsu dari antara umat Muslim yang mengambil kesempatan untuk memberontak, sedangkan dari luar musuh-musuh eksternal mulai mengancam keamanan negara Islamiah. Hazrat Abu Bakar r.a. menangani keduanya berdasar sunnah dan teladan, dan dengan cara demikian berhasil menumpas kekuatan pemberontak sehingga Islam terpelihara dari perpecahan dan disintegrasi. Pada akhir masa Khilafat beliau, umat Muslim kembali bersatu di bawah satu panji-panji. Jika kita perhatikan secara cermat kerugian besar yang diderita umat Muslim dengan wafatnya Rasulullah s.a.w., kekosongan yang tercipta akibat kepergian beliau serta beratnya tugas dari orang yang harus mengisi posisinya, kita bisa menyimpulkan bahwa upaya itu bukan main sulitnya dan hanya berhasil diatasi berkat rahmat yang muncul dari kepemimpinan Hazrat Abu Bakar r.a..

Setelah wafat Hazrat Abu Bakar, tampil Hazrat Umar r.a. yang mengenakan jubah Khilafat dan berkat rahmat Allah s.w.t., umat Muslim menikmati banyak sekali karunia di bawah kepemimpinan beliau yang amat tolerant dan lembut hati. Masa Khilafat beliau merupakan masa keemasan dalam sejarah Islam. Energinya yang tak kenal lelah, sifat tidak mementingkan diri sendiri, simpatinya terhadap sesama, kedisiplinan dalam menjalankan tugas, sifat keadilan serta semangat mengkhidmati Islam diakui manusia secara universal dan bahkan masih dikagumi sekarang ini sebagaimana juga pada empatbelas abad yang silam. Beliau mengembangkan berbagai rancangan bagi kesejahteraan umat Muslim. Adalah Hazrat Umar r.a. yang pertama kali memperkenalkan sistem pensiun hari tua yang sekarang dipakai di Barat. Anak-anak yang tidak memiliki pemelihara dibesarkan dengan biaya negara. Pendidikan merupakan suatu kewajiban bagi anak-anak laki dan perempuan. Mereka yang lemah dan cacat tubuh diberi tunjangan dari perbendaharaan negara. Secara umum, rakyat menjadi makmur di bawah kepemimpinan beliau. Kita masih saja terpana membaca bagaimana Hazrat Umar r.a. biasa berjalan malam secara menyamar guna memastikan bahwa rakyat tidak ada yang berkekurangan. Tidak heran jika beliau memperoleh rahmat demikian besar sehingga dalam masa Khilafat beliau, dua kerajaan besar Romawi dan Persia yang tadinya merupakan ancaman bagi Islam, nyatanya bisa dikalahkan secara total.

Hanya saja kemenangan tersebut tidak menjadikan dirinya berubah sifat. Tetap saja beliau mengingatkan pasukan tentaranya untuk selalu mentaati ajaran Islam dan menunjukkan toleransi, keadilan dan kelembutan kepada semua bangsa yang masuk dalam pemerintahan Islam. Mereka ini lalu menterjemahkan kebijakan tersebut dalam tindakan sehingga mereka berhasil memenangkan hati bangsa yang ditaklukkan dan menumbuhkan banyak sahabat di kawasan taklukan itu. Disamping banyaknya taklukan, masa Khilafat dari Hazrat Umar r.a. juga membawa berbagai berkat lain. Beliau menetapkan Majlis Syura yang merupakan dewan penasihat Khalifah. Beliau menunjukkan kejeniusan luar biasa dalam penataan administrasi sipil pemerintahan negara Muslim. Setiap negeri dibagi dalam beberapa propinsi, dibentuk angkatan kepolisian, dilakukan penggalian kanal-kanal irigasi, didirikan baitul mal di mana-mana serta diperkenalkannya kalender Muslim berdasar Hijrah yang amat menolong dalam preservasi sejarah.
Setelah wafatnya sosok akbar ini, Hazrat Usman r.a. terpilih sebagai Khalifah ketiga. Sebagaimana kedua pendahulunya, beliau ini pun seorang pemimpin yang terpuji dimana beliau berhasil memperluas kawasan pemerintahan Muslim lebih jauh lagi. Muncul gelombang pemberontakan dan invasi dari luar tetapi berkat rahmat Ilahi dan berkat daripada Khilafat semuanya berhasil dipadamkan.

Hazrat Usman r.a. banyak memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Beliau mengawasi pembangunan banyak gedung-gedung, jalan-jalan dan jembatan-jembatan baru. Banyak pula didirikan mesjid dan tempat persinggahan di berbagai kota. Kitab Al-Quran sebagaimana keadaannya sekarang ini merupakan hasil kompilasi di bawah pengawasan beliau secara langsung. Hal ini menjadi kontribusinya yang paling utama bagi Islam. Beliau adalah seorang yang amat sederhana dan lembut hati yang tidak pernah goyah dalam integritas, kejujuran dan kesalehannya. Beliau selalu menunjukkan sifat toleransi dan kesabaran yang luar biasa bahkan sampai ke akhir masa Khilafat beliau ketika berbagai faksi berupaya menggulingkan beliau. Beliau menolak menanggalkan jubah Khilafat yang dititipkan Allah s.w.t. tetapi pada saat yang sama juga tidak mau melawan mereka agar tidak sampai mengalirkan darah Muslim yang tidak berdosa. Beliau kemudian dibunuh, tetapi tidak ada yang meragukan bahwa beliau menyerahkan nyawa demi integritas Khilafat dan demi kemaslahatan Islam.

Wafatnya Hazrat Usman r.a. merupakan salah satu bab paling menyedihkan dalam sejarah Islam. Kesatuan dan persatuan umat Muslim terpecah sudah. Pertikaian internal menjadi bumbu kehidupan sehari-hari dimana umat Muslim saling bermusuhan satu sama lain. Hazrat Ali r.a. dipilih sebagai Khalifah keempat enam hari setelah wafatnya Hazrat Usman r.a.. Beliau memaklumkan bahwa prioritas utamanya adalah mengembalikan hukum dan ketertiban dalam negeri dan untuk tujuan ini beliau amat menahan diri guna menghindari pertumpahan darah meski beberapa sahabat Rasulullah yang berpengaruh besar telah memintanya untuk mengadili para pembunuh Hazrat Usman. Ketika kota Medinah kemudian merosot menjadi masyarakat tidak berhukum, Hazrat Ali r.a. memindahkan ibukota dari Medinah ke Kufa di Irak. Sayangnya masa Khilafat beliau digrogoti oleh kekacauan dan perpecahan. Beliau mencoba menenangkan umat Muslim namun rupanya gejala penyakit anti-Khilafat sudah meruyak dan tidak bisa diobati lagi. Muncul beberapa perang saudara dan seluruh kerancuan itu memuncak pada saat sahidnya Hazrat Ali r.a..
Seperti kata pepatah Afrika, ‘nilai suatu naungan belum dihargai sampai kemudian pohonnya ditebang.’ Dengan terbunuhnya Hazrat Ali r.a. maka mercu suar cemerlang dari bimbingan dan persatuan, sumber mata air berkat dan rahmat, semuanya menjadi punah. Umat Muslim telah membuang jubah Khilafat dan besertanya segala rahmat ikutan. Sebagai pengganti Khilafat, ditegakkan sistem kerajaan yang kalis dari keluhuran ruhani dimana muncul berbagai dinasti atau wangsa dalam rentang masa sekian abad. Perang saudara dan pertengkaran keluarga amat melemahkan umat Muslim. Bangsa-bangsa yang dimasa lalu gemetar dan tunduk kepada mereka sekarang berbalik menyerang dan selalu berhasil mempermalukan umat Muslim. Pengaruh dan dominasi Islamiah mulai memudar sampai akhirnya agama-agama lain yang meski berlandaskan akidah palsu tetapi nyatanya telah berhasil mendominasi agama Islam yang hakiki.
Upaya menegakkan kembali Khilafat di antara umat Muslim di masa kini merupakan salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi. Islam masa kini terpecah belah oleh pertikaian internal dan intrik-intrik eksternal dan sungguh-sungguh membutuhkan seorang pemimpin berintegritas luhur yang bisa mengemban lembaga Khilafat agar dengan petunjuk Ilahi bisa membimbing umat Muslim. Berbagai gerakan muncul di kalangan Muslim ortodoks yang mencoba menegakkan kembali Khilafat. Tetapi menyedihkan sekali bahwa semua upaya tersebut telah gagal. Hal mana sebenarnya akibat dari mereka itu kalis dari petunjuk Ilahi dan semata-mata didasarkan pada upaya manusia yang tidak lepas dari sifat mementingkan diri dan nafsu berkuasa.
Khilafat merupakan wacana ruhani yang sepenuhnya milik Allah s.w.t. dimana kemunculannya tidak pernah mewujud sebagai hasil dorongan politis atau gerakan pseudo-agama. Dimana pun jika Allah s.w.t. menghendaki terwujudnya Khilafat, selalu berkaitan dengan penerusan kerja seorang Nabi Allah. Dalam sejarah tidak pernah tercatat ada Khilafat yang bisa muncul tanpa didahului seorang Nabi. Khilafat yang dijanjikan dalam Al-Quran adalah sebagai penerusan langkah seorang Nabi. Dikemukakan dalam salah riwayat bahwa Hazrat Rasulullah s.a.w. bersabda:

‘Kenabian akan berada di tengah kalian selama Tuhan menghendaki. Dia akan mengakhirinya dan meneruskannya dengan Khilafat berdasarkan sunnah rasul, untuk jangka waktu selama dikehendaki-Nya dan setelah itu akan mengakhirinya. Bentuk monarki tiranikal akan mengikutinya dan akan ada selama Allah menghendakinya untuk kemudian juga diakhiri. Setelah itu akan muncul despotisme non-monarki selama Allah menghendakinya dan akan berakhir sesuai takdir-Nya. Barulah setelah itu akan muncul Khilafat yang berdasarkan sunnah Kenabian.’ (Masnad Ahmad)
Dari nubuatan Hazrat Rasulullah s.a.w. ini jelas bahwa Khilafat yang akan muncul kemudian setelah beliau akan terdiri dari dua era, yaitu yang satu langsung mewujud setelah kewafatan beliau, dimana dengan era Khilafat yang satunya lagi, akan ada periode rejim yang bersifat supresif, opresif dan kejam. Saat wafat Hazrat Rasulullah s.a.w. lembaga Khilafat yang beberkat itu langsung mewujud sebagaimana dinubuatkan. Khilafat baru akan mewujud lagi dengan kemunculan Al-Masih yang Dijanjikan yaitu pendiri Jemaat Islam Ahmadiyah.

Hazrat Mirza Ghulam Ahmad a.s. dari Qadian adalah seorang hamba Allah dan pengikut Hazrat Rasulullah s.a.w. yang setia. Beliau menyatakan bahwa dirinya telah ditunjuk Allah s.w.t. sebagai suara penyeru di zaman ini, bahwa dirinya adalah Al-Masih serta Imam Mahdi yang dinubuatkan dalam hadith Rasulullah s.a.w.. Beliau menyatakan bahwa semua nubuatan yang terkandung dalam berbagai kitab suci semua agama tentang kedatangan seorang utusan Ilahi di akhir zaman, telah terpenuhi dalam dirinya. Bahwa Tuhan telah membangkitkan dirinya untuk siar Islam di zaman ini dan bahwa Tuhan telah memberikan kepadanya wawasan tentang isi Al-Quran serta mengungkapkan kepadanya makna dan kebenaran hakikinya.
Melalui karya beliau, pesan-pesan dan teladan yang diberikan, beliau mengagungkan Hazrat Rasulullah s.a.w. serta mengungkapkan superioritas Islam di atas semua agama lainnya sedemikian rupa sehingga Hazrat Rasulullah s.a.w. akan diterima sebagai Khataman Nabiyyin oleh semua bangsa di dunia. Ketika fanatisme dan kekaburan menjadi ciri cara berfikir Muslim, beliau mengungkapkan khazanah tak terbatas berisi pengetahuan, filsafat dan kebijakan Al-Quran. Nilai-nilai moral dan spiritual sebagaimana diterakan dalam Al-Quran dan diilustrasikan secara sempurna oleh Hazrat Rasulullah s.a.w. telah beliau hidupkan kembali sehingga manusia bisa menarik manfaat tidak saja dari sunnah tetapi juga dari teladan beliau.

Ketika Hazrat Masih Maud a.s. wafat, muncul obituari dari Muslim yang berfikiran terbuka dan non-Muslim pun ikut memuji fitrat messianik, kesucian dan ketakwaan beliau. Namun para musuh yang berfikiran cupat langsung bergembira atas kewafatan beliau, sambil mengharap bahwa apa yang mereka anggap sebagai bid’ah besar sekarang akan mati dengan sendirinya. Pada saat kritis demikian, salah seorang pengikut beliau yang paling setia, seorang ulama, dokter yang terkenal, seorang penafsir Al-Quran yang terpelajar, secara aklamasi dipilih menjabat sebagai Khalifatul Masih. Berkat rahmat Allah s.w.t., dalam kapasitas tersebut beliau berhasil mengemudikan bahtera Ahmadiyah ke perairan yang aman dan menjaganya dari disintegrasi. Nama beliau adalah Nuruddin (Nur Agama) dan sinonim dengan kecemerlangan jasa beliau dalam mengkhidmati agama.

Hazrat Maulvi Nuruddin r.a. memiliki keimanan bulat kepada Allah s.w.t. dan sepenuhnya bertopang kepada-Nya untuk segala kebutuhan dirinya. Sebagai sosok Khalifatul Masih, peran beliau amat beraneka dan berfaset banyak. Meski kesehatan dirinya tidak selalu baik namun semua tugas-tugas dilaksanakannya dengan wajah teduh dan kesungguhan yang membuat orang lain iri. Beliau tetap mendiagnosa dan memberi obat kepada para pasien, memberikan pengarahan, nasihat dan petunjuk kepada para pejabat Jemaat, memberikan khutbah tentang Al-Quran, Hadith dan filosofi Islam, mendiktekan jawaban atas kritik terhadap Islam serta mempelajari proyek-proyek siar Islam. Namun yang paling menonjol dari beliau adalah laku pemeliharaan dan penguatan lembaga Khilafat dalam menghadapi tentangan dari para pengacau yang berusaha mendongkel kewenangan beliau dan menciptakan kegalauan dalam Jemaat. Tidak ada suatu apa pun yang bisa mempengaruhi tekad dan kebijakan beliau. Dengan suara lantang tanpa tedeng aling-aling beliau menyatakan: ‘Aku nyatakan dengan sesungguhnya dan Allah menjadi saksi bahwa aku tidak akan menanggalkan jubah yang telah dikaruniakan oleh-Nya kepadaku.’

Ketika beliau wafat, jubah Khilafat tersebut diberikan kepada Hazrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad r.a. Wujud Khalifatul Masih II ini adalah Putra yang dijanjikan kepada Hazrat Masih Maud a.s.. Kelahiran beliau merupakan pemenuhan nubuatan akbar dari Hazrat Masih Maud bahwa dirinya akan dikaruniai seorang putra yang fitrat dan keluhurannya akan menjadi amat luar biasa. Beliau ini ditahbiskan sebagai Khalifatul Masih pada usia relatif muda yaitu 25 tahun dan berkat rahmat Ilahi, masa jabatan beliau diberkati dengan keberhasilan yang sungguh luar biasa tak ada tandingannya. Dengan dana yang amat terbatas, beliau membimbing Jemaat ini menggapai ketinggian yang tadinya tidak pernah terbayangkan. Yang paling mencolok dari berbagai skema yang dilancarkan beliau adalah Tahrik Jadid dan Waqfi Jadid yang menjadi sarana guna membangun Jemaat ini hampir di semua negeri di dunia. Adalah kejeniusan dirinya yang unik yang juga telah melahirkan badan-badan pendukung yang merupakan anak-anak organisasi sehingga sekarang ini semua anggota Jemaat merasa terikat satu sama lain dalam suatu tali persaudaraan yang akrab dalam melaksanakan program-program peningkatan nilai-nilai akhlak dan keruhanian.

Hazrat Khalifatul Masih II menetapkan pembentukan Majlis Syura dalam Jemaat, sebuah dewan penasihat yang bertemu setiap tahun guna mempertimbangkan dan memberikan saran kepada Khalifah berkenaan dengan kebijakan-kebijakan penting. Beliau juga menetapkan dewan Qada yang merupakan sistem yudisial, yang memberikan kesempatan kepada Jemaat untuk menyelesaikan pertikaian internal dengan cara yang adil, ekonomis dan terhormat, sejalan dengan hukum dan yurisprudensi Islam. Beliau juga yang mengawali Jalsah Siratun Nabi dan Hari Pendiri Agama-agama Dunia guna merayakan riwayat hidup Rasulullah s.a.w. dan semua Nabi pendiri agama-agama besar. Beliau juga mempunyai perhatian khusus terhadap masalah-masalah politis dan sosial yang kompleks dan dengan itu berhasil menyelamatkan Jemaat melalui Perang Dunia yang menakutkan serta migrasi besar-besaran ke Pakistan setelah aksi perpisahan dengan India pada tahun 1947 dimana beliau mendirikan kota Rabwah dari titik nol di sebidang tanah yang tadinya tidak bisa dihuni sama sekali.

Buku-buku dan selebaran yang diterbitkan Hazrat Khalifatul Masih II lebih dari 200 judul sehingga hal ini mentabalkan beliau sebagai ahli agama dan ahli diagnostika tentang kebenaran-kebenaran eksternal. Karunia terbesar dari masa Khilafat beliau adalah magnum opus berbentuk Tafsiri Kabir yaitu tafsir Al-Quran yang amat mendetil. Tafsir setebal sepuluh ribu halaman ini mengandung berbagai pemahaman esoterika dan pengungkapan ribuan hakikat keruhanian serta rahasia-rahasia tersembunyi, banyak dari antaranya yang belum pernah dikemukakan siapa pun sebelumnya. Masa Khilafat beliau merentang selama limapuluh dua tahun dan merupakan periode emas dalam sejarah Ahmadiyah dan Islam. Meski demikian banyak tugas dan kegiatan yang harus dilakukan, beliau tetap berusaha keras agar Jemaat selalu tetap aktif dalam memperbaiki diri dan dalam kegiatan siar Islam. Beliau mengerahkan segala kemampuan unggulan yang ada pada diri beliau, selalu memberikan nasihat, ajakan dan teguran. Beliau sendiri memberikan teladan diri yang cemerlang dan menghabiskan sebagian malam dalam berdoa kepada Tuhan.
Ketika Hazrat Khalifatul Masih II wafat maka putra beliau yang tertua yaitu Hazrat Mirza Nasir Ahmad r.a. terpilih sebagai Khalifatul Masih III. Dalam masa Khilafat beliau selama tujuhbelas tahun, dengan kemampuan administratif yang unik dan perencanaan kemaslahatan jangka panjang yang menonjol, beliau telah berhasil memperkuat Jemaat dan mengembangkannya secara luar biasa. Beberapa ciri mencolok dari masa Khilafat beliau antara lain adalah pendirian Yayasan Fazl Umar guna mengembangkan aktivitas di bidang riset, pendidikan, tugas-tugas muballigh dan kesejahteraan ekonomi Jemaat serta Majlis Nusrat Jehan yang mendirikan berpuluh sekolah dan rumah sakit di Afrika Barat, semata-mata demi kemanusiaan tanpa motivasi laba. Melalui skema tersebut, berjuta-juta bangsa Afrika yang kemudian masuk dalam Jemaat Ahmadiyah dan sekarang pun masih berlangsung terus. Namun mungkin yang paling dikenang dari diri beliau adalah modus vivendi yang sederhana tetapi pragmatis yang diwariskan kepada Jemaat yaitu motto: Love for All, Hatred for None (Kasih untuk semua, tiada kebencian bagi siapa pun).

Sekarang ini kita sedang melalui masa keemasan dari Hazrat Khalifatul Masih IV. Beliau ini sebagaimana juga para pendahulu sebelumnya adalah sosok yang memperoleh bimbingan Ilahi. Beliau melancarkan berbagai skema guna memobilisasi upaya Jemaat bagi kegiatan siar Islam secara global. Pada tanggal 10 Juni 2002 yang merupakan tahun ke 20 masa Khilafat beliau, Jemaat demikian diberkati dengan pertambahan anggota dari tadinya sekitar 10 juta orang sampai sekarang telah mencapai 150 juta orang di seluruh dunia. Di bawah bimbingan beliau, ribuan mesjid, rumah missi, klinik, rumah sakit, sekolah dan perguruan tinggi didirikan demi pengkhidmatan kepada Islam. Rumah-rumah obat homeopathy didirikan di seluruh dunia di bawah bimbingan beliau, memberikan pengobatan untuk berbagai penyakit tanpa memungut biaya. Di antara sekian banyak buku yang dikarangnya, Revelation, Rationality, Knowledge and Truth merupakan buku yang paling kondang diakui sebagai karya tulis terbesar di abad lalu. Pengabdian bagi Al-Quran nyata dari supervisi langsung yang beliau lakukan atas berbagai terjemah dan revisi akurat terjemahan Al-Quran dalam berbagai bahasa, dimana beliau sendiri menyumbangkan terjemah dan tafsir bernas dalam bahasa Urdu.
Muslim Television Ahmadiyya (MTA) merupakan saluran televisi global Muslim pertama yang diterjemahkan dalam delapan bahasa adalah juga hasil pemikiran Hazrat Khalifatul Masih IV. Hampir tidak mungkin membilang segala berkat yang telah ditimbulkan oleh peluncuran MTA International ini. Saluran ini menjadi sumber pengetahuan, mengajarkan berbagai bahasa, membahas masalah-masalah topikal dan kaitannya dengan kesejahteraan moral dan spiritual manusia. Secara umum, saluran ini menjadi nara sumber bagi pemerhati agama dan filsafat di seluruh dunia. Kunci keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kemunculan Hazrat Khalifatul Masih dalam berbagai tayangan sehingga baik Muslim mau pun non-Muslim bisa memetik faedah dari luas pengetahuan, kebijaksanaan dan wawasan beliau. Melalui MTA inilah kita bisa menyaksikan kejadian historis seperti Acara Bai’at Internasional pada saat Jalsah Salanah dimana dalam satu tahun saja sekitar 81 juta orang Ahmadi baru bergabung dari ratusan negeri di seluruh dunia, bersama-sama melakukan ikrar bai’at di tangan Hazrat Khalifatul Masih melalui transmisi satelit.
Jelas kiranya bahwa Khilafat tidak saja merupakan suatu lembaga yang amat berberkat tetapi juga merupakan suatu lembaga yang amat penting dalam Islam dan karena itu wajib dipatuhi sebaik-baiknya. Seorang Khalifah dipilih melalui kehendak Ilahi tetapi melalui laku pemilihan oleh kaum mukminin. Dengan kata lain, pada saat kritis dalam pemilihan seorang Khalifah, fikiran dan kalbu para mukminin dibimbing Allah s.w.t. untuk memberi suara kepada orang pilihan-Nya. Karena sosok Khalifah dipilih sejalan dengan kehendak Ilahi maka laku ketidak-patuhan kepadanya sama dengan tidak patuh kepada Tuhan. Hal ini dengan sendirinya menjadi prasyarat bagi kelanjutan lembaga Ilahi yang akbar tersebut. Bagi Jemaat Ahmadiyah, Khilafat tidak diragukan lagi adalah karunia terbesar yang bisa dinikmati. Sosok Khalifah memainkan peran sentral sebagai pemersatu Jemaat di bawah satu panji-panji. Bagi semua anggota Jemaat, sosok Khalifah menjadi bapak yang mengasihi kepada siapa mereka bisa meminta bimbingan, nasihat dan dorongan. Bagi semua orang yang berfikir dan berniat baik maka sosok Khalifah menjadi kawan dan konselor, sedangkan bagi mereka yang sedang kesulitan maka ia menjadi penghibur.
Hanya melalui berkat Khilafat dan rahmat Ilahi maka Islam maju di masa lalu dan hal yang sama insya Allah akan berlanjut sekarang selama berabad-abad yang akan datang. Kenabian merupakan benih yang pertumbuhannya kemudian dipelihara agar menyebar ke seluruh dunia oleh lembaga Khilafat. Setelah berpulangnya Hazrat Rasulullah s.a.w., adalah melalui kinerja Khulafa ur-Rasyidin maka Islam menyebar ke seluruh dunia yang dikenal waktu itu. Sekarang ini di bawah bimbingan Khalifatul Masih maka Jemaat Islam Ahmadiyah terus menyebar ke seluruh dunia dengan kecepatan tinggi meski dirintangi oleh para fanatikus yang memusuhi, baik yang individual mau pun pemerintahan, yang berupaya memupus Ahmadiyah dari muka bumi. Berkat rahmat Khilafat Ahmadiyah maka janji Allah dalam Al-Quran bahwa ‘Dia akan meneguhkan bagi mereka agama mereka yang telah Dia ridhai bagi mereka’ akan terpenuhi. Sudah dekat hari-harinya ketika kita akan melihat persatuan umat manusia di bawah panji-panji Islam dan kita akan menyaksikan manifestasi final dan universal dari Ketauhidan Allah s.w.t.

http://ahmadiyah.info/index.php?option=com_content&task=view&id=181&Itemid=1

Iklan

Persyaratan Masuk Dalam Jemaat Ahmadiyah

In Ahmadiyah, Ahmadiyah, Aqidah, Ghulam Ahmad, Imam Mahdi, Kamis, Khalifah I, Khalifah II, Khalifah III, Khalifah IV, Khalifah V, November, Tabligh, Tarbiyat on 12 November 2009 at 01:07

SYARAT-SYARAT BAI’AT
DALAM JEMA’AT AHMADIYAH

Oleh: HAZRAT IMAM MAHDI, MASIH MAU’UD A.S.

Orang yang bai’at berjanji dengan hati yang jujur bahwa:

1. Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur senantiasa akan menjauhi syirik.
2. Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak serta tidak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya.
3. Akan senantiasa mendirikan shalat lima waktu semata-mata karena mengikuti perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dan dengan sekuat tenaga akan senantiasa mendirikan shalat Tahajud, dan mengirim salawat kepada Junjungannya Yang Mulia Muhammad Rasulullah s.a.w. dan memohon ampun dari kesalahan dan mohon perlindungan dari dosa; akan ingat setiap saat kepada nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukurinya dengan hati tulus, serta memuji dan menjunjung-Nya dengan hati yang penuh kecintaan.
4. Tidak akan mendatangkan kesusahan apa pun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, biar dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara apa pun juga.
5. Akan tetap setia terhadap Allah Ta’ala baik dalam segala keadaan susah atau pun senang, dalam duka atau suka, nikmat atau musibah; pendeknya, akan rela atas keputusan Allah Ta’ala. Dan senantiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Ta’ala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka.
6. Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah Alquran Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya itu akan menjadi pedoman baginya dalam tiap langkahnya.
7. Meninggalkan takabur dan sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus, dan sopan santun.
8. Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih daripada jiwanya, hartanya, anak-anaknya, dan dari segala yang dicintainya.
9. Akan selamanya menaruh belas kasih terhadap makhluk Allah umumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepadanya.
10. Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini “Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud” semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal makruf (segala hal yang baik) dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan ataupun ikatan kerja.

Diterjemahkan dari “ISYTIHAR TAKMIL TABLIGH”

Ahmadiyah : Kisah orang-orang yang masuk Ahmadiyah

In Ahmadiyah, Ahmadiyah, Berita, Ghulam Ahmad, Imam Mahdi, Islam, Khalifah V, Masih Ma'ud, November, Tabligh on 11 November 2009 at 05:49

Saya istikharah tentang dakwah Hazrat Sahib (Mirza Ghulam Ahmad) maka didalam jawabannya saya melihat sebuah gerabak (carriage) turun dari langit dan tiba-tiba turunlah iham didalam kalbu saya bahwa Al Masih yang dijanjikan sedang turun dari langit. Ketika saya singkapkan kain penutup gerabak itu saya lihat Mirza Ghulam Ahmad duduk didalamnya. Setelah menyaksikan kasyaf dan menerima ilham itu maka sayapun langsung bai’at kepada Mirza Ghulam Ahmad.

Malik Salahuddin MA Sahib, dalam menuturkan kehidupan Mlv Rahimullah Khan Sahib r.a. telah menulis sebagai berikut: “Mlv Rahimullah Sahib seorang Muwahid yang sangat tinggi derajatnya. Beliau sering berjumpa dengan orang-orang Alim yang rajin dan tekun melakukan ibadah. Akan tetapi mereka itu sedikit-banyak terlibat didalam kemusyrikan sehingga beliau tidak bersedia untuk melakukan bai’at kepada siapapun diantara mereka itu, setelah melalui perjalanan yang susah dan jauh sampailah beliau ke Swat berjumpa dengan Ahwan Sahib Swat.

Saya merasa sangat kecewa menjumpai Ahwan Sahib Swat karena dia mengajarkan sesuatu yang berbau syirik. Dan tanpa melakukan bai’at saya kembali lagi dari sana. Lama kemudian setelah beliau bai’at kepada Hazrat Masih Mau’ud a.s. dalam keadaan bangun beliau sering mendapat kasyaf dari Allah swt terutama diwaktu beliau mengimami sembahyang, sehingga beliau berulang kali bertemu dalam kasyaf dengan Rasulullah saw dan para Anbiya lainnya juga. Tentang kebenaran Hazrat Masih Mau’ud a.s. beliau menerima ilham, ru’ya dan kasyaf yang sangat jelas sekali dari Allah swt. Beliau berkata ” Saya istikharah tentang dakwah Hazrat Sahib (Mirza Ghulam Ahmad) maka didalam jawabannya saya melihat sebuah gerabak (carriage) turun dari langit dan tiba-tiba turunlah iham didalam kalbu saya bahwa Al Masih yang dijanjikan sedang turun dari langit. Ketika saya singkapkan kain penutup gerabak itu saya lihat Mirza Ghulam Ahmad duduk didalamnya. Setelah menyaksikan kasyaf dan menerima ilham itu maka sayapun langsung bai’at kepada Mirza Ghulam Ahmad.

Di zaman Hazrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad terdapat sebuah riwayat di Fiji. Sebelum Ahmadiyah berdiri di kepulauan Fiji pendeta-pendeta Agama Kristen sedang giat mengembangkan pengaruh dan ajarannya. Seperti orang-orang Islam, orang-orang Kristen juga disana sedang menunggu Nabi Isa a.s. turun dari langit. Oleh sebab itu seorang Islam bernama Bashir Khan telah menulis, katanya pendapat Islam dan Kristen tentang Nabi Isa a.s. sama saja, jadi hati saya memutuskan pada waktu itu bahwa Agama Kristen adalah benar, tidak salah kalau saya menjadi orang Kristen. Diwaktu saya masih menjadi Kristen saya banyak berpikir-pikir tentang Agama Islam, akhirnya Allah swt memberi pengertian kepada saya melalui mimpi. Didalam mimpi itu saya bertemu dengan orang suci dan berkata dengan gagah berani kepada saya: “Hai Muhammad Basyir, sadarlah engkau!! Orang yang engkau sedang tunggu-tunggu itu bukanlah Nabi Isa a.s. melainkan orang lain lagi dan beliau sudah datang kedunia.” Pada waktu itu Muballigh pertama di Fiji Tuan Abdul Wahab Sahib sudah tiba di Fiji. Dan beliau menulis bahwa ayah saya bernama Maulvi Kasim Sahib telah bai’at dan masuk kedalam Jamaah Ahmadiyah. Pada waktu itu hati saya tidak begitu tertarik terhadap berita ini. Namun tidak lama kemudian perhatian saya mulai tercurah kepada Jema’at Ahmadiyah, kemudian akhirnya dengan lapang dada saya bai’at melalui ayah saya. Setelah bai’at ditangan Hazrat Khalifatul Masih TSani r.a. timbul semangat dan kecintaan yang sangat dalam terhadap Islam dan Allah swt telah memberi pemahaman dan pengertian tentang Agama Islam sehingga dengan yakin saya berani membuktikan kebenaran ajaran Islam serta melawan Kristen untuk membuktikan kebathilan ajaran mereka.

Peristiwa lain lagi dizaman Khilafat Tsaniah, seorang Ahmadi pertama di Sieraleone bernama Pal Sanfatulla dengan menakjubkan sekali Allah swt telah memberi taufiq kepada beliau untuk menerima kebenaran dan masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Katanya pada tahun 1939 ketika saya tinggal disebuah kampung bermimpi bahwa saya sedang membersihkan halaman mesjid dikampung itu. Ketika saya tengah melepaskan lelah berdiri dibawah sebatang pohon dekat Masjid itu, tiba-tiba datang seorang berpakaian putih sambil memegang Qur’an dan Byble. Setelah dekat beliau mengucapkan Assalamualaikum kepada saya. Lalu menanyakan siapa Imam Masjid ini? Saya mau berjumpa dengan beliau!! Lalu saya pergi memanggil Imam itu yang bernama Alfa. Ketika kami kembali beliau merasa heran melihat orang itu. Akhirnya orang asing itu berdiri di depan mihrab dan beliau mengajak duduk bersama-sama kemudian mulailah beliau mengajarkan Al Qur’an kepada kami. Baru beberapa menit berlalu tiba-tiba beliau keluar kemudian masuk lagi sambil berkata kepada kami, saya akan mengajarkan sembahyang dengan cara yang betul kepada kalian. (Disana pada umumnya pengikut mazhab Imam Malik, sembahyang tanpa melipat dan tanpa meletak tangan di dada) Sesudah itu sayapun bangun. Diwaktu pagi saya ceritakan mimpi itu kepada teman-teman muslim. Selanjutnya ia mengatakan, kira-kira seminggu setelah kejadian mimpi itu pagi-pagi saya pergi untuk membersihkan halaman mesjid. Kira-kira setengah jam kemudian saya berdiri dibawah pohon palm untuk melepaskan lelah. Beberapa menit kemudian datanglah seorang Muballigh Ahmadi bernama Alhaj Maulana Nazir Ali Sahib. Yang mengherankan saya adalah apa yang saya lihat dalam mimpi itu sedang saya lihat kenyataannya. Maulana Nazir Ali Sahib seorang Muballigh yang sangat mukhlis dan bersih hati dan pakaian yang beliau pakai persis seperti yang saya lihat didalam mimpi itu. Saya merasa beruntung sekali mendapat kesempatan untuk mengkhidmati tamu, maka saya bawa beliau kerumah saya sendiri. Setelah itu saya panggil kawan-kawan dan diberitahukan kepada mereka bahwa orang yang saya lihat didalam mimpi itu sekarang sudah datang dirumah saya. Selanjutnya ia katakan bahwa setelah beberapa hari kemudian saya sudah menjadi Ahmadi dan kawan-kawan muslim lainnya juga bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah.

Pada zaman sekarang juga Allah swt membersihkan kalbu manusia dan mensucikannya. Kisah tersebut diatas adalah kisah 30 atau 40 tahun yang silam. Namun sekarang saya ingin menceritakan kisah yang telah terjadi tiga empat tahun yang lepas, bagaimana Allah swt menyediakan sarana hidayah bagi hamba-hamba-Nya. Sekarang juga tanda-tanda yang mendukung kebenaran da’wa Hazrat Masih Mau’ud – Mirza Ghulam Ahmad terus berlangsung tidak pernah berhenti. Syaratnya untuk mendapat hidayah dari Allah swt manusia harus memiliki hati bersih dan suci dan dia sedang berusaha mencari hidayah dengan niat yang lurus.

Di AlJazair seorang bernama Haddad Abdul Qadir mengatakan bahwa pada tahun 2004 saya melihat mimpi didalam bulan Ramadhan Mubarak seseorang datang dan berkata kepada saya, mari ikut saya untuk berjumpa dengan Rasulullah saw. Saya lihat Nabi Muhammad saw sedang berdiri dibelakang sebuah dinding yang tingginya kira-kira satu meter. Begitu melihat saya beliaupun tersenyum, lalu saya lihat seorang berkulit warna gandum berdiri diantara kedua dinding dimana Rasulullah saw sambil menunjuk kepada yang sedang berdiri itu berkata kepada saya: Haadza Rasulullah! Ini adalah seorang Rasul Allah. Kemudian beliau pergi kearah timur sedang orang ini tetap berdiri ditempatnya. Katanya, empat tahun kemudian pada tahun 2008 saya lihat didalam TV gambar orang yang berdiri bersama Rasulullah saw dan itulah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad. Maka beliau yakni Haddad Abdul Qadir langsung bai’at masuk Jema’at Ahmadiyah.

Begitu juga seorang perempuan di Mesir bernama Halla Muhammad Ali Jauhari Sahibah, katanya saya melihat Hazrat Imam Mahdi bersama Jema’at beliau sedang berjalan diatas air. Saya berkata kepada beliau “Izinkanlah saya juga ikut barsama Tuan”. Maka beliau jawab, “nanti pada waktu kembali lagi akan kami bawa ikut bersama”. Setelah melihat mimpi itu saya mulai mencari-cari kebenaran didalam Sufiism, karena mimpi ini tdak mungkin salah, namun saya tidak mendapatkan sembarang pengetahuan yang mendukung makna mimpi saya itu. Kemudian saya menyaksikan MTA 3 Al Arabiyya, saya sangat terperanjat melihat gambar yang sama dengan gambar yang telah saya lihat didalam mimpi itu, yaitu Imam Mahdi sedang berjalan diatas air.

Abdurrahim Fanjan Sahib dari Irak berkata, dalam mimpi saya berjumpa dengan Imam Mahdi a.s. berkata kepada saya: Engkau salah seorang dari antara kami juga mari bai’at dan masuklah Jema’at bersama kami. Maka saya tidak tunggu-tunggu lagi langsung bai’at.

Demikian juga diterima kisah dari Mauritius seorang Muballigh kita menulis katanya, sebuah pulau kecil bernama Roldrick berpenduduk 31.000 orang, semua penduduk disana beragama Kristen Katholik. Katanya diwaktu pagi saya keluar untuk bertabligh bersama seorang Kristen yang sedang ditablighi. Sampailah kami ke rumah seorang ibu yang dituju itu yakni ibu dari teman yang dibawa tabligh ini. Setelah berjumpa dengannya kamipun mulailah bertabligh kepadanya. Nenek dari pada anak ini berkata ; Pesan yang anda terangkan sungguh benar dan saya menerima dengan hati senang, sebab semua ahli rumah menjadi saksi bahwa sebelum anda sampai disini saya telah melihat mimpi bahwa ada orang asing datang dan saya pegang tangannya dan saya katakan hubungan kita yang sedang dirintis ini saya setuju sekali. Nenek itu berkata, ketika anda sedang datang menuju rumah kami saya lihat dari jendela dan saya berkata didalam hati saya inilah orang yang pernah saya lihat didalam mimpi itu. Kedatangan yang kedua kalinya saya membawa hadiah Al Qur’an untuknya. Kemudian datang untuk yang ketiga kalinya saya membawa formulir bai’at dengan harapan orang-orang ini akan bai’at. Pada waktu itu saya lihat perempuan itu menangis sambil mencucurkan air mata dan berkata: “Saya tidak merasa ragu sedikitpun untuk mengisi form bai’at ini karena kemarin saya telah bermimpi bahwa kepada saya diberikan dua lembar kertas dan seperti inilah yang anda bawa dan orang-orang yang duduk dihadapan ini semua sebagai saksi sebab semua kisah mimpi itu telah saya jelaskan kepada mereka”. Akhirnya beliau itu bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah.

Sebuah kisah yang terjadi di Amerika, muballigh disana telah menulis ada sebuah famili dari Mexico terdiri dari 5 orang, nama perempuan dari famili itu Jorido Marilo, dipangginya Mori. Sekalipun mereka ini orang-orang Katholik tapi tidak mengamalkan ajaran agama itu. Ketika beliau berumur 27 tahun jatuh sakit dan dibawa ke Hospital dan selalu berdo’a kepada Tuhan Yang Tunggal. Katanya pada waktu di Hospital saya melihat gambar Hazrat Masih Mau’ud didalam mimpi dan gambar beliau itu berada didalam dinding cermin. Saya coba sentuh gambar beliau itu dengan harapan saya bisa sembuh dari penyakit saya. Dan sungguh betul saya menjadi sembuh dari penyakit saya setelah menyentuh gambar beliau itu dan semenjak itu saya tidak pernah jatuh sakit lagi. Dan gambar (photo) itu begitu mengesankan sehingga tidak bisa saya lupakan. Selanjutnya berkata “Saya berjumpa dengan seorang perempuan Ahmadi Mexico, beliau memberi sebuah buku kepada saya untuk dibaca sambil memperkenalkan Ahmadiyah kepada saya. Didalam buku itu saya melihat gambar Hazrat Masih Mau’ud Setelah melihat gambar beliau itu saya menangis terharu dan timbul rasa syukur kepada Allah sehingga saya langsung menerima kebenaran beliau dan bai’at bersama suami dan semua anak-anak saya. Alhamdulillah !! Beliau ini seorang wanita terpelajar dan sangat cerdas sekali.

Seorang Muballigh di Bulgaria juga telah menulis sepucuk surat mengatakan, seorang Kristen sudah lama sedang ditablighi. Isteri beliau sudah bai’at lebih dulu namun suaminya ini belum bersedia bai’at sebabnya keluarga suaminya itu orang-orang Kristen yang kuat dan bertugas menjaga Gereja. Pada tahun 2005 beliau diundang menghadiri Jalsah di Germany, beliau sangat terkesan oleh suasana jalsah itu namun beliau belum bersedia untuk bai’at. Pada suatu hari beliau datang dan berkata kepada saya; Sekarang saya mau bai’at dan saya mau menjadi orang Ahmadi. Saya tanya kenapa begitu cepat mau bai’at, apa sebabnya? Katanya sudah dua malam terus menerus saya bermimpi bertemu dengan Hazrat Khalifatul Masih Khamis – Mirza Masroor Ahmad, dan berkata kepada saya ; “Jika engkau tidak mau datang saya sendiri akan datang kepada engkau. Beliau datang kerumah saya sehingga saya merasa malu kepada beliau. Setelah melihat mimpi itu saya cepat datang kesini untuk bai’at. Demikianlah caranya Allah swt memberi hidayah kepada hamba-Nya yang Dia sukai.

Dari Kuwait seorang bernama Abdul Aziz Sahib mengatakan ; Pada malam Eid saya mimpi melihat Hazrat Masih Mau’ud (Mirza Ghulam Ahmad) Dalam mimpi itu saya seolah-olah sedang mengerjakan soal-soal ujian. Hazrat Masih Mau’ud mendekati saya dan memegang kertas ujian itu. pada waktu itu orang-orang nampak banyak sekali yang sedang mengerjakan ujian. Huzur memberi tanda tick pada kertas kertas ujian saya. Setelah itu saya lihat diri saya berada di Mesjid dan nampak banyak sekali orang-orang sedang berkumpul dan Hazrat Khalifatul Masih Khamis atba (Mirza MAsroor Ahmad) juga ada disana dan beliau sedang melihat kearah saya. Didalam mesjid ramai orang duduk dan tengah melakukan bai’at. Lalu saya mendekat kesana dan duduk lalu ikut bai’at bersama-sama disana.

Dari Moscow Muballigh kita menulis bahwa pada tanggal 27 Mei Hidayatullah Sahib datang ke Mission House beliau ingin bai’at masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Beliau berkata “Hari ini Tuan harus mengambil bai’at saya, sebab tadi malam saya mimpi Hazrat Masih Mau’ud datang kepada saya, saya tidak mau mengundur-undurkan waktu lagi!! Beliau menjelaskan mimpinya dengan suara berat dan penuh perasaan haru. Beliau berjumpa dengan Hazrat Masih Mau’ud (Mirza Ghulam Ahmad). dan berkata kepada beliau: Peganglah tangan-ku kuat-kuat supaya engkau jangan binasa. Lalu saya berkata kepada beliau “Bagaimana saya harus pegang tangan Huzur, saya tidak mempunyai kekuatan. Maka beliau sendiri telah memegang tangan saya dengan kuat sekali.”

Dari Burkinafaso Ishaq Sahib mengatakan bahwa didalam sebuah mesjid Ghair Ahmadi seorang Imam memberi khutbah menentang Jema’at Ahmadiyah dan dia sangat keras melarang mendengar siaran Radio Jema’at. Para Ulama tidak mempunyai senjata lain kecuali mengatakan kepada orang-orang awam “Jangan mendengarkan siaran Radio orang-orang Ahmadiyah”. Seperti cara-cara orang Mekah dizaman permulaan Islam. Katanya, jika kami tidak mendengarkan Radio orang-orang Ahmadiya bagaimana kami bisa mengetahui perkara yang benar? Imam masjid itu berkata: “Tidak ! Sama sekali jangan mendengarkan Radio mereka!’ Selanjutnya Ishaq Sahib mengatakan “Saya terus berusaha mencari jalan bagaimana menghilangkan keraguan saya. Akhirnya saya usulkan didepan Imam dan orang lain juga ramai ada disana, yaitu tulislah semua nama firqah (Golongan) yang ada dinegeri Burkinafaso masing-masing diatas secarik kertas untuk diadakan undian, lalu akan disuruh seorang anak untuk mengundinya. Nanti nama firqah apapun yang keluar pasti ia benar. Maka mulailah diundi, salah satu kertas diambil oleh seorang anak disaksikan oleh semua yang hadir. Ketika dibuka ternyata keluar nama Ahmadiyah. Namun melihat demikian Imam Masjid tidak merasa puas dan ia menyuruh untuk diundi sekali lagi. Kedua kalinya diundi lagi, maka keluarlah nama Jema’at Ahmadiyah lagi. Kedua kalinyapun Imam Sahib tidak merasa puas. Sampai tiga kali diundi tetap nama Jema’at Ahmadiyah yang keluar. Imam Mesjid merasa sangat gelisah dan malu, namun peristiwa itu menambah kuat keyakinan Ishaq Sahib, lalu beliaupun beriman dan bai’at.

Ada lagi peristiwa seperti itu, Amir Jema’at Burkinapaso menulis katanya, pada tahun 2004 ketika Khutbah Jum’ah saya disiarkan di TV seorang teman ghair Ahmadi menelpon menyatakan ingin berjumpa dengan saya. Diwaktu berjumpa ia mengatakan bahwa setelah mendengar khutbah Jum’ah itu saya telah mengadakan perobahan yang cukup besar pada diri saya. Oleh sebab itu saya ingin bai’at dan masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah. Demikianlah Allah swt menyediakan sarana atau jalan untuk hamba-Nya agar mendapat hidayah.

Di Bosnia juga ada seorang pemuda yang sedang ditablighi masuk Jema’at karena mimpi. Anak muda itu sendiri telah menulis surat menceritakan kisah mimpinya. Katanya saya mimpi sedang berjalan disebuah kota besar, disana sedang terjadi keributan. Disana saya lihat banyak sekali orang-orang Islam, Yahudi, Kristen dan lain-lain sedang berjalan berpusing-pusing dalam keadan gelisah melewati lorong-lorong yang kotor nampaknya mereka sedang kehilangan jalan. Tiba-tiba pandangan saya tertuju kearah sebelah kanan, apa yang saya lihat, sebatang pohon yang sangat rindang dan indah sekali. Dibawah pohon itu terlihat orang-orang sedang bekerumun diantaranya ada yang memakai pakaian putih dan memakai sorban. Sekalipun suasana sedang ribut namun mereka nampak tengah berkumpul dengan tenang sekali dan air muka mereka nampak berseri-seri. Dalam mimpi itu juga saya berkata didalam hati saya : “Mereka ini pasti orang-orang Ahmadi. Saya mendekati mereka dan berusaha menggabungkan diri dengan mereka. Setelah melihat mimpi itu sayapun terus ba’ait masuk Jema’at Ahmadiyah.” Tidak terhitung banyaknya kisah-kisah seperti ini terjadi diberbagai negara didunia berkaitan dengan kebenaran Jema’at Ahmadiyah.

Muballigh Fiji telah menulis sebagai berikut : Ada seorang Hindu berumur 16 tahun, dia sudah kawin dengan seorang perempuan Islam yang berasal dari Hindu. Kami datang untuk berjumpa dirumah mereka, namun pada waktu itu isterinya tengah tidur karena sakit. Suaminya sambil menangis menceritakan sebuah mimpi katanya; “Ada dua orang datang kepada saya, orang-orangnya pakaian-pakaiannya, topi-topinya persis seperti yang Tuan-tuan pakai ini. Mereka mengajak saya untuk masuk Islam.” Sesudah melihat mimpi itu diapun bai’at masuk Jema’at.

Di Jerman ada Muslim Kurdi bernama Kassim Dall isterinya orang Jerman beserta anak-anak perempuannya datang ke Tabligh Stall Jema’at. Dia mulai berbicara tentang gambar (photo) Hazrat Masih Mau’ud a.s. Di bilang : Siapa yang bisa datang setelah Nabi Muhammad saw ? Setelah berbincang-bincang selama 15 minutes mereka diajak makan bersama. Setelah itu diadakan diskusi tabligh dan dihadiahkan kepadanya dua buah buku Jema’at untuk dibaca. Setelah dua hari dia telephone saya, katanya buku yang diberikan kepada saya tidak saya baca dan sudah saya bakar sebab Maulvi kami berkata jangan membaca tulisan apapun dari Jema’at Ahmadiyah. Saya jawab tidak apa-apa, anda datanglah lagi pada hari Kamis, persahabatan kita tidak boleh putus walaupun anda percaya ataupun tidak percaya. Maka datanglah dia pada hari Kamis itu dan ia sedang berpuasa. Sekarang dari rumah orang Ahmadi tidak akan makan makanan apapun katanya. Perbincangan sangat panjang dengannya akhirnya sampailah waktu untuk dia berbuka puasa. Makananpun disediakan dan diapun akhirnya terpaksa makan juga. Saya katakan kepadanya, dalam masalah kebenaran janganlah anda mendengar kata-kata Maulvi. Tentang kebenaran Hazrat Masih Mau’ud berdo’alah selama 40 hari kepada Allah swt dengan hati bersih, selama waktu itu hilangkan kebencian dari dalam hati anda, kosongkan hati anda dari bermacam perasaan yang tidak baik. Katanya baru sampai pada hari ketiga dia telephon menanyakan apakah ada photo Hazrat Khalifatul Masih Khamis? Dijawab ya ada! Katanya lagi “Saya tinggalkan pekerjaan sekarang juga saya mau datang untuk mengambil photo itu. Saya tanya apa sebabnya ? Saya mendengar suara ghaib katanya, “ Sekarang kamu minta bukti ? Bukti sudah Aku beritahukan kepada kamu” Dan dia ceritakan mimpinya juga katanya saya (Huzur) sedang memimpin sebuah lasykar dan Malaikat juga bersama saya. Akhirnya orang itu yaitu Kassim Dall bai’at masuk Jema’at. Alhamdulillah !

Demikianlah beberapa kisah dan peristiwa tentang orang-orang yang mendapat hidayah dari Allah swt untuk menerima kebenaran. Sesungguhnya banyak sekali, tidak terhitung banyaknya kisah dan peristiwa semacam itu didalam Jema’at diseluruh dunia. Diantaranya sudah diceritakan diwaktu Jalsah salanah. Sekarang waktu sangat sempit tidak mungkin bisa diceritakan semuanya. Mula-mula saya fikir di Qadian juga akan diceritakan peristiwa-peristiwa menarik semacam itu namun tidak dapat kesempatan untuk pergi kesana. Demikianlah caranya Allah swt memberi hidayah kepada hamba-hamba-Nya yang Dia sukai dan sampai sa’at ini terus berlangsung pertolongan dan dukungan terhadap kebenaran da’wa Hazrat Masih Mau’ud.

Dikutip dan diringkas dari: Ahmadiyah.info
Diposkan oleh muhammad jamil bakr di 19:21
Label: kisah
Senin, 28 September 2009

http://kamsolk.blogspot.com/2009/09/kisah-orang-orang-yang-masuk-ahmadiyah.html

Ahmadiyah : Pernyataan Jujur Para Tokoh Tentang Ahmadiyah

In Ahmadiyah, Ahmadiyah, Berita, Kiyai, Minggu, November, Tabligh, Ulama on 8 November 2009 at 06:21

Bung Karno, Proklamator Kemerdekaan RI dan Presiden RI Pertama:
“Maka oleh karena itulah, walaupun ada beberapa fasal dari Ahmadiyah tidak saya setujui dan malahan saya tolak,….., tokh saya merasa wajib berterima kasih atas faedah-faedah dan penerangan-penerang an yang telah saya dapatkan dari mereka punya tulisan-tulisan yang rasional, moderen, broad minded dan logis itu”. (Di Bawah Bendera Revolusi : 346; Sinar Islam, Januari 1984 : 57 )

Dr. H.A.Karim Amarulah, Ulama dan Tokoh Pergerakan Kemerdekaan RI, ayah Prof. Dr. Hamka :
“Diatas nama Islam dan kaum Muslimin se-Dunia kita mem
uji sungguh kepada pergerakannya Ghulam Ahmad tentang mereka banyak menarik kaum Nasrani (Kristen) masuk agama Islam di tanah Hindustan dan lain-lain tempat…..”. (Al Qaulus-Shahih : 149; Ibid )

Prof. Dr. Hamka, Ulama dan Ketua MUI pertama :
“Adapun kaum Ahmadi (Ahmadiyah), dan usahanya melebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka menafsirkan Qur’an ke dalam bahasa-bahasa yang hidup di Eropa. Padahal zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Qur
’an. Penafsiran Quran dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang mengingini kebangkitan Islam ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam…..”. (Pelajaran Agama Islam, Cet. I : 199; Ibid )

Muhammad Akram M.A., Cendekiawan Muslim :
“Pengaruh Jemaat Ahmadiyah memang jauh sekali. Ini disebabkan kepercayaan Pendiri Jemaat Ahmadiyah dan pengikutnya, bahwa jihad dengan pedang bukanlagh masanya sekarang. Yang diperlukan ialah jihad dengan pena, jihad dengan lisan dan tulisan. Pendirian mereka ini tidak sejalan dengan pendirian umat Islam lainnya, tetapi hakikat yang nyata ialah, kemampuan jihad dengan pedang tidak ada pada Ahmadiyah dan tidak pula terdapat pada umat Islam lainnya. Karena kepercayaan umum umat Islam terhadap jihad dengan pedang itu, maka akhirnya jihad ‘am dan dakwah pun tidak dilakukan. Orang Ahmadiyah yang mengakui jihad dengan dakwah itu merekalah yang melakukannya dengan menganggapnya sebagai kewajiban. Di sini mereka berhasil dan sukses”. (Maud-i-Kauthar, 193-194; Ibid )

Prof. Drs. K.H. Hasbullah Bakry S.H., Ulama dan Cendekiawan Muslim :
“Menurut pendapat saya, adalah suatu kesalahan yang amat besar telah dilakukan oleh Majlis Ulama kita baru-baru ini tanpa mendengar lebih dulu pendapat ulama lain, menyatakan Ahmadiyah bukan Islam (hal ini pasti bertentangan dengan ayat Alquran An-Nisa:94 yang mencegah kita mengkafirkan sesama Islam).
Kalau kita tidak boleh mengkafirkan golongan Syi’ah, begitu juga kita tidak boleh mengkafirkan golongan Ahmadiyah, sebab mereka tetap masih mengaku Islam dengan iman Islam. Kiranya para Ulama di Indonesia dapat menempati posisinya yang benar dalam membangun bangsa dan negara, amien”. (Kiblat, No.16/XXVII, hal 26 ).

Sumber : http://putradarweisy.blogspot.com/2009/05/pernyataan-jujur-para-tokoh-tentang.html

093010 : Khutbah Khalifah Ahmadiyah : SIFAT ALLAH AL WALI (The Friend) (Bagian ke 2)

In Ahmadiyah, Ahmadiyah, Islam, Jum'at, Khalifah V, Khutbah Khalifah Ahmadiyah, November, Oktober, Tabligh, Tarbiyat on 6 November 2009 at 11:47

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
نَحْمَدُهُ وَنُصَلِّىْعَلَى رَسُوْلِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَىعَبْدِهِ اْلمَسِيْحِ اْلمَوْعُوْدِ

RINGKASAN KHUTBAH JUM’AH
HAZRAT AMIRUL MU’MININ KHALIFATUL MASIH V atba.
Tanggal 30 Oktober 2009 dari Baitul Futuh London UK`
TENTANG : SIFAT ALLAH AL WALI (The Friend)
(Bagian ke 2)

Didalam khutbah ini Huzur melanjutkan pembahasan tentang sifat Allah swt Al Wali (Sahabat). Allah swt telah mengingatkan orang-orang beriman dan orang tidak beriman terutama para penyembah berhala didalam Alqur’an surah Al Ra’d ayat 12 sebagai berikut :

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ؕ وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال

Artinya : Untuk dia (Rasul itu) ada pergiliran malaikat-malaikat dihadapannya dan dibelakangnya; mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah sudah menetapkan suatu keputusan buruk bagi suatu kaum maka tiada yang dapat menghindarkannya dari itu, dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia.

Didalam ayat tersebut Allah swt telah menjelaskan empat macam perkara :
a. Allah swt telah mengambil tanggung jawab sendiri untuk melindungi setiap orang.
b. Dia memberi keputusan tentang suatu bangsa sesuai dengan prilaku mereka.
c. Apabila Allah swt telah menganggap sesorang sudah patut dihukum, tidak ada kekuatan lain yang bisa mencegahnya.
d. Dia sendiri adalah Penolong, Penjaga, Pelindung dan Sahabat yang paling benar dan setia.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. sambil menjelaskan maksud
sesungguhnya pada permulaan ayat tersebut ini

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ‌ؕ

Untuk dia (Rasul itu) ada pergiliran malaikat-malaikat dihadapannya dan dibelakangnya bersabda : “ Allah swt telah menetapkan para pengawal untuk menjaga hamba-hamba-Nya disetiap penjuru baik secara zahiri maupun secara ruhani. Yang paling utama Allah swt menetapkan para pengawal atau penjaga itu bagi para Utusan-Nya khasnya bagi Hazrat Rasulullah saw. Setelah kelahiran beliau kedunia, beliau telah menjadi wujud yang paling dikasihi dan disayangi oleh Allah swt sampai kepada masa akhir hayat beliau saw. Allah swt telah menyempurnakan semua perkara itu pada wujud beliau saw dengan sangat luar biasa sehingga tidak ada tara bandingannya. Situasi kehidupan beliau di Mekkah telah diketahui oleh semua, bagaimana Allah swt telah menolong dalam setiap langkah beliau dengan sangat luar biasa cemerlangnya. Surah Ar Ra’d tersebut diturunkan kepada beliau dalam suasana di Mekkah yang sangat mencekam disa’at usaha-usaha lawan yang memusuhi beliau sudah mencapai taraf yang paling membahayakan dan telah melampaui batas kemanusiaan. Kita juga mempunyai sebuah pemandangan zahiri dan bathini peristiwa Perang Badar yang sangat mengerikan dan luar biasa hebatnya dimana Allah swt sesuai dengan janji-Nya telah menurunkan pertolongan-Nya secara luar biasa kepada Hazrat Rasulullah saw, sehingga bagaimanapun kerasnya kehendak musuh untuk menghancurkan beliau beserta para sahabah beliau tidak berhasil.

Amir Ibnu Tufail seorang tokoh dan pimpinan penyembah berhala datang kepada Hazrat Rasulullah saw dan bertanya kepada beliau : “ Wahai Muhammad !! Apabila saya menjadi muslim apakah saya bisa menjadi Khalifah pengganti engkau setelah engkau wafat ? Maka Rasulullah saw menjawab : “ Takhta Khilafat tidak akan pernah turun kepada seseorang yang memberi persyaratan demikian dan juga tidak akan turun kepada pengikutnya.” Mendengar demikian dia menjadi marah dan berkata : “Aku akan membawa lasykar berkuda yang sangat berpengalaman yang akan memberi pelajaran dan menghancurkan Muhammad (saw)” Na’uzubillah !! Nabi Muhammad saw bersabda : “ Tuhan tidak akan pernah memberi taufiq untuk berbuat demikian !” Maka ia beserta temannya pergi dari sana, dan Rasulullah saw-pun membiarkan mereka pergi. Diperjalanan temannya itu berkata : “ Mari kita kembali lagi ketempat Muhammad dan aku akan mengatur siasat, aku akan mengajak dia untuk berbicara dengan-ku, disa’at itu kamu hunuslah pedangmu dan seranglah lalu bunuhlah dia !” Dia menjawab : “ Cara begini sangat berbahaya. Jika aku berhasil membunuhnya maka sahabat-sahabatnya pasti akan mengejar-ku dan membunuh-ku!” Temannya yang sudah dirasuk syetan itu semakin menghasutnya dan berkata : “ Jangan takut kita akan memberi wang tebusan kepada mereka itu, setelah berhasil membunuh Muhammad !” Maka Amir Bin Tufail itu setuju dengan saran temannya itu dan kembali menuju Hazrat Rasulullah saw. Dan setibanya dihadapan Rasulullah saw teman Amir Bin Tufail itu mulailah bercakap-cakap dengan Rasulullah saw dan Amir Bin Tufailpun yang tengah berdiri dibelakang Rasulullah saw mulai menghunus pedangnya. Namun setelah ia berhasil menghunus pedangnya itu timbul didalam hatinya rasa takut yang menggetarkan hatinya dan tertegun sejenak sehingga tangannya tidak mampu mengayunkan pedangnya itu untuk membunuh Hazrat Rasulullah saw. Disa’at itu Hazrat Rasulullah saw berbalik kebelakang dan memandang Amir Bin Tufail yang sedang memegang pedang terhunus ditangannya. Dan Rasulullah saw faham apa yang dimaksud oleh Amir Bin Tufail itu dan mereka-pun berdua mundur dari sana, lalu pergi meninggalkan Rasulullah saw. Dan Rasulullah saw pun membiarkan mereka berdua pergi dan sedikitpun tidak mengucapkan sebarang perkataan terhadap mereka berdua. Namun Allah swt Yang Maha Kuasa telah mnjatuhkan hukuman terhadap mereka berdua. Ditengah perjalanan turun hujan dan temannya itu telah disambar petir sehingga mati dan hancur binasa, sedangkan tentang Amir Bin Tufail dikatakan bahwa dia mati setelah diserang oleh penyakit bisul yang mengerikan.

Banyak sekali peristiwa serupa yang telah terjadi terhadap diri Hazrat Rasulullah saw yang menunjukkan bahwa Allah swt betul-betul telah memberi perlindungan dan keselamatan yang khas sesuai dengan janji-Nya melalui para Malaikat-Nya terhadap wujud suci Rasulullah saw dari maksud-maksud jahat pihak lawan yang memusuhi Hazrat Rasulullah saw. Peristiwa-peristiwa demikian telah mewarnai seluruh masa kehidupan beliau saw sehingga nampak jelas sekali bahwa Allah swt melalui para Malaikat-Nya telah menjaga dan melindungi beliau saw. Janji Allah swt yang turun di Mekkah itu telah diperlihatkan kesempurnaannya untuk meyakinkan dan menenteramkan hati beliau ketika terjadi penyerangan dan pengepungan terhadap kota Madinah, dengan firman-Nya :

وَاللهُ يَعْسِمُكَ مِنَ النَّاسِ

artinya Allah sentiasa menjaga engkau dari kejahatan tangan manusia. Tentang itu Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Hazrat Rasulullah saw selamat dan terlindung dari usaha pembunuhan manusia merupakan sebuah mu’jizah yang sangat luar biasa besarnya, dan merupakan bukti nyata kebenaran Kitab Suci Alqur’an, sebab nubuwatan ini :

وَاللهُ يَعْسِمُكَ مِنَ النَّاسِ

artinya Allah sentiasa menjaga engkau dari kejahatan tangan manusia tercantum didalam Kitab Suci Alqur’an dan nubuwatan ini tercantum didalam Kitab-kitab sebelumnya juga bahwa Nabi akhir zaman tidak akan dapat dibunuh oleh siapapun juga.”

Huzur bersabda tentang ; mereka menjaganya atas perintah Allah artinya pertama, melalui para Malaikat Rasulullah saw selalu dijaga dan dilindungi dari kejahatan manusia dan keduanya Allah swt menanamkan semangat kecintaan yang mendalam didalam hati orang-orang mukmin sehingga mereka setiap sa’at siap mengurbankan jiwa raga mereka untuk melindungi dan menjaga Rasulullah saw. Semangat kecintaan itu timbul didalam hati orang-orang mukmin setelah mereka beriman kepada Hazrat Rasulullah saw. Para sahabah menjaga dan melindungi Hazrat Rasulullah saw kerana Allah swt telah menamkan iman yang hakiki didalam hati mereka dan mereka lakukan hal itu semua semata-mata demi meraih keridhaan Allah swt. Allah swt telah menyelenggarakan perlindungan seperti itu terhadap Rasulullah saw lebih dari pada terhadap Nabi atau Rasul yang lain. Akan tetapi salah satu arti dari pada itu adalah bahwa bisa juga perlindungan Tuhan itu berlaku terhadap siapapun, sebab Allah swt telah mengatur sistim penjagaan dan perlindungan bagi setiap orang atau setiap manusia. Misalnya walaupun tidak ada penyakit yang tengah menular, namun didalam udara terdapat berbagai jenis kuman atau bakteri yang bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui pernafasan. Untuk itu Allah swt telah menaruh sistim penjagaan didalam tubuh setiap orang, yang mampu mencegah pengaruh buruk sebagian kuman atau bakteri yang terhirup dari udara melalui pernafasan manusia. Disamping itu Allah swt memberi perlindungan terhadap para wali-Nya atau para Utusan-Nya bahkan terhadap para pengikutnya yang khas melalui para penjaga yang ditetapkan oleh Tuhan sendiri.

Pada zaman sekarang ini kita telah mengetahui merebaknya serangan wabah penyakit pes atau tha’un dizaman Hazrat Masih Mau’ud a.s. untuk membuktikan kebenaran da’wa beliau sebagai Utusan Tuhan. Dan hal itu telah membuktikan adanya perlindungan khas dari Allah swt terhadap para pengikut beliau a.s. dari serangan wabah penyakit berbahaya itu. Didalam Kitab Kisyti Nuh (Bahtera Nuh) Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda : “ Akan tetapi dengan segala hormat, kami ingin mengatakan kepada Pemerintah yang baik hati itu, bahwa seandainya tidak ada rintangan samawi, maka kamilah yang pertama-tama diantara semua warga negara yang akan meminta disuntik untuk mencegah bahaya penyakit pes itu. Rintangan samawi itu adalah, Tuhan menghendaki untuk memperlihatkan suatu Tanda kasih sayang dari langit kepada umat manusia yang telah beriman kepada Utusan-Nya dizaman ini, mereka akan dilindungi dari bahaya wabah pes atau tha’un itu. Dunia luas telah menyaksikan bahwa walaupun telah merebaknya wabah pes atau tha’un itu selama enam tahun dinegeri India pada waktu itu, dengan karunia Allah swt tidak ada seorang Ahmady-pun yang terkena serangan wabah pes tersebut.”
Hanya semata-mata adanya perlindungan Allah swt manusia bisa terselamat dari setiap tragedi yang berbahaya dari kehilangan nyawa, harta dan anak-anak atau kehormatan. Jika tidak manusia akan kehilangan akal dan ingatan atau perasaan setelah ditimpa berbagai macam kerugian dan kehilangan yang mengerikan. Hal itu juga merupakan salah satu cara Allah swt untuk memberi perlindungan kepada manusia. Banyak manusia yang tidak mampu atau tidak bijak menyikapi akibat kehilangan atau kerugian disebabkan suatu musibah itu sehingga mengakibatkan penderitaan yang sangat keras. Akhirnya banyak diantara mereka yang kehilangan iman dan keyakinan terhadap Allah sawt. Hal itu harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menyikapi dengan rasa syukur atas ni’mat Allah swt, jika tidak ada rahmat dan karunia-Nya kehidupan kita tidak mungkin bisa berlanjut. Orang-orang mukmnin apabila menghadapi suatu musibah akan selalu berkata : Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un !! Kita semua dan apapun yang kita miliki semuanya kepunyaan Allah dan kita semua akan kembali kepada-Nya !! (Al Baqarah : 157) sebagai natijahnya mereka mendapat barkat dari Allah swt dan mereka mendapat perlindungan Allah swt dari akibat buruk musibah atau kesusahan serta kesulitan yang mereka hadapi itu.

Sesuai dengan peraturan alam semua manusia berada dibawah perlindungan Allah swt secara umum, baik yang beriman kepada-Nya maupun yang tidak beriman. Didalam hal ini terdapat pelajaran bagi orang-orang yang tidak beriman bahwa, jika mereka terus berlanjut didalam perbuatan kejahatan mereka Allah swt tidak akan memberi perlindungan-Nya lagi terhadap mereka sehingga mereka akan menghadapi kehancuran yang sangat parah. Sebagaimana firman-Nya didalam surah Ar Ra’d ayat 12 berikut ini :

اِنَّ اللّٰهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ؕ

Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka.
Hal ini membuktikan bahwa Allah swt tidak merubah cara memberi pertolongan kepada orang-orang beriman dan soleh dan mereka terus menerima banyak berkat dan rahmat dari pada-Nya. Selama mereka menjadi orang-orang yang baik dan saleh secara perorangan maupun secara keseluruhan dan memenuhi kewajiban terhadap hak-hak Allah swt dan terhadap hak-hak hamba-hamba-Nya maka mereka akan terus menerima banyak berkat dari Allah swt didalam kehidupan mereka. Berkat-berkat dan nikmat Allah swt tidak diturunkan lagi apabila manusia bukan menjadikan Tuhan sebagai wali atau sahabat mereka melainkan mengambil syaitan menjadi wali atau sahabat mereka. Kebaikan mereka lambat-laun akan hilang dan mulailah mereka melakukan kezaliman terhadap manusia. Akibatnya mereka banyak melakukan perbuatan dosa dan perbuatan jahat, merampas dan menjarah harta orang. Sebagai penguasa dipemerintahan mereka mulai melakukan suap-menyuap, melakukan korupsi dan penggelapan harta milik negara dan melakukan pelanggaran yang bertentangan dengan keadilan. Merampas hak-hak orang lain sudah menjadi adat kebiasaan sehingga akhirnya mereka berani membunuh orang atas nama agama. Pada waktu itu Allah swt tidak lagi menjaga dan melindungi mereka sehingga mereka kehilangan berkat-berkat dan nikmat serta karunia dari Allah swt sepanjang kehidupan mereka.

Maksud dari sebagian ayat tersebut bukanlah berarti bahwa Tuhan tidak memperlakukan orang-orang berbuat jahat sebagaimana mestinya, melainkan Allah swt tidak merobah perlakuan-Nya terhadap orang-orang suci dan soleh kecuali mereka sendiri telah mulai melakukan perbuatan-perbuatan buruk sehingga mereka tidak menerima lagi anugerah nikmat, karunia dan berkat-berkat dari Allah swt. Didalam sejarah agama nampak jelas sebagai saksi kepada kita dan Alqur’anpun telah menjelaskannya dihadapan kita bahwa apabila keburukan-keburukan mulai banyak timbul kepermukaan dan kebaikan-kebaikan mulai menghilang dari permukaan bumi maka perlindungan dan pemeliharaan Allah swt-pun menghilang pula. Dimanapun tidak tertulis sebuah jaminan bahwa dengan mengucapkan dua kalimah syahadat oran-orang beriman akan mendapat perlindungan istimewa untuk selamanya dari Allah swt. Untuk mendapatkan perlindungan khas dari Allah swt sesudah beriman, manusia harus melakukan amal-amal soleh sesuai ajaran Agama Islam. Hal ini harus menjadi sumber pemikiran bagi orang-orang muslim dizaman ini terutama mereka yang tinggal dinegara-negara dimana penganiayaan terhadap sesama orang muslim dan terhadap minoritas non muslim tengah berlangsung bahkan semakin meningkat. Perkara berikutnya didalam ayat tersebut diatas harus direnungkan khasnya oleh orang-orang Islam dinegara Pakistan bahkan mereka harus memohon ampun kepada Allah swt yaitu :

وَاِذَاۤ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهٗ‌ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال

Artinya : Dan apabila Allah sudah menetapkan suatu keputusan buruk bagi suatu kaum maka tiada yang dapat menghindarkannya dari itu, dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. Apa yang diperlukan oleh mereka adalah mengadakan perbaikan pada diri mereka sebelum keputusan akhir Tuhan turun kepada mereka. Jika memang penduduk negeri Pakistan sungguh-sungguh mempunyai pengertian kepada hal tersebut.

Hazrat Masih Mau’ud a.s. bersabda bahwa kewajiban orang-orang yang betul-betul menghendaki bebas atau terlepas dari kesusahan dan kemalangan adalah mereka harus mengadakan perobahan yang baik dalam diri mereka. Apabila perobahan dimaksud sudah tercapai maka barkat-barkat dan nikmat serta karunia Allah swt akan segera turun kepada mereka sesuai dengan janji-janji-Nya.

Huzur bersabda bahwa sangat perlu sekali bagi mereka itu untuk merenungkan dengan penuh perhatian terhadap masalah ini terutama untuk memohon ampunan dari Allah swt dan setiap orang Ahmady harus berusaha untuk memberi penerangan dan pengertian tentang itu terhadap orang-orang Muslim disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Diakhir Ayat tersebut difirmankan :

وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّال

Artinya : dan tiada bagi mereka penolong selain dari pada Dia. Jadi jika tidak ada wujud lain kecuali Allah sebagai Penolong, Yang bisa melindungi kita semua dari setiap gangguan dan serangan Syaitan, maka kita harus mencari Dia dan harus menjadikan-Nya sebagai sahabat atau teman. Dan jika sekalipun umat Islam disana setiap hari menunaikan salat lima waktu dengan patuh, melakukan ibadah puasa dibulan Ramdhan dan puluhan ribu orang setiap tahun menunaikan ibadah Haji, namun tidak menimbulkan sebarang kebaikan bahkan timbul kemunduran dan kehancuran secara nasional, tentu terdapat kekurangan didalam cara menunaikan ibadah mereka terhadap Allah swt. Semoga ummat Islam di Pakistan memahami keadaan sebenarnya yang tengah berlaku disana dan semoga hati mereka runduk sepenuhnya terhadap Allah swt.

Allah swt telah menguraikan masalah tersebut didalam surah Al Anfal ayat 54 sebagai berikut :

ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّـعْمَةً اَنْعَمَهَا عَلٰى قَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ‌ۙ وَاَنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌۙ‏

Artinya : Yang demikian itu adalah karena Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah Dia anugerahkan kepada suatu kaum, sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Allah swt tidak pernah merampas kembali anugerh nikmat-Nya yang telah Dia anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya, melainkan manusia sendiri yang mensia-siakan anugerah nikmat-Nya itu dengan melakukan keburukan sehingga menjadikan dirinya bernasib buruk dan malang. Alqur’an tidak semata-mata hanya menceritakan perkara-perkara yang telah berlalu, melainkan menjadikan hal itu sebagai pelajaran bagi orang-orang beriman dimasa sekarang dan mereka harus selalu waspada dan selalu menghargai dan mensyukuri nikmat-nikmat luar biasa yang telah mereka terima dari Allah swt. Allah swt berfirman …

وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِىْ

telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas-mu … nikmat ini dan berkat ini telah dianugerahkan kepada kita dalam bentuk Kitab Suci Alqur’an dan kita telah diperintah untuk mengamalkan ajaran-ajarannya didalam peri kehidupan kita sehari-hari. Apabila kita ikuti semua perintah-Nya ini maka kita sendiri akan menjadi orang-orang yang soleh dan sesuai firman-Nya Dia akan menjadi Penolong kita dan Dia akan menjelma sebagai Maula atau Pelindung kita.

Apakah orang-orang Muslim diseluruh dunia belum juga menyadari mengapa mereka luput dari berkat-berkat firman Tuhan yang artinya : Kamu adalah ummat terbaik dibangkitkan demi kebaikan umat manusia..?? Ummat yang telah diciptakan demi faedah manusia itu, mengapa mereka luput dari nikmat-nikmat dan karunia Allah swt ? Sebab mereka sedang saling bunuh-membunuh satu dengan yang lain. Beberapa hari yang lalu telah terjadi letupan bomb di kota Peshawar yang dikendalikan dari jauh dengan remote control. Lalu terjadi lagi bomb bunuh diri yang disusul dengan pembunuhan terhadap orang-orang Ahmady dan yang lainnya juga atas nama agama. Macam kebaikan apakah yang mereka lakukan ini ? Perkara demikian sangat perlu untuk dipikirkan oleh mereka dan mereka harus merubah pola pikir mereka untuk mengubah sikap kearah kebaikan. Jika tidak, apabila taqdir Tuhan sudah mulai bergerak untuk menghukum mereka, maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya atau mencegahnya lagi.
Perbuatan baik orang lain juga harus bisa diambil contoh dan harus menjadi contoh bagi mereka. Orang-orang Ahmady juga harus mengadakan pemeriksaan dan penilaian terhadap diri masing-masing jika sesungguhnya mereka ada dipihak yang benar. Mereka harus selalu mengawasi perilaku orang-orang itu terutama yang tinggal disekitar lingkungan masing-masing. Mereka harus selalu mensyukuri karunia Allah swt yang telah turun kepada mereka. Jika hal itu tetap dipertahankan maka Allah swt akan selalu menjadi Penolong dan Pelindung kita semua sesuai dengan janji-janji-Nya. Dan tidak akan ada yang bisa mengganggu dan menghancurkan Jema’at kita. Oleh sebab itu Allah swt berfirman :

ۚ فَاَقِيْمُوْا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوْا الزَّكٰوةَ وَاعْتَصِمُوْا بِاللّٰهِؕ هُوَ مَوْلٰٮكُمْ‌ۚ فَنِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْر

Artinya : … Maka dirikanlah salat dan bayarlah zakat dan berpeganglah dengan teguh kepada Allah. Dialah Pemelihara-mu. Maka Dialah sebaik-baik Pemelihara dan sebaik-baik Penolong (Al Hajj : 79) Ini merupakan kewajiban bagi semua orang-oran beriman untuk menunaikan salat karena melalui ibadah salat itu setiap orang bisa berobah menjadi orang yang baik dan saleh. Harta orang-orang beriman bisa menjadi suci bersih dengan membelanjakan sebagian dari padanya dijalan Allah dan berpegang teguh kepada apa yang diperintahkan Allah swt. Dan hal itu bisa memperteguh tauhid dan keyakinan terhadap Allah Yang Maha Tunggal sebagai Penolong dan Pelindung yang sejati.
Didalam surah Al Maidah ayat 56-57 Allah swt berfirman sebagai berikut :

اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رٰكِعُوْنَ‏– وَمَنْ يَّتَوَلَّ اللّٰهَ وَ رَسُوْلَهٗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَاِنَّ حِزْبَ اللّٰهِ هُمُ الْغٰلِبُوْن

Artinya : Sesungguhnya penolong-penolong-mu hanyalah Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang dawam mendirikan salat dan membayar zakat dan mereka ta’at kepada Allah – Dan barangsiapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan mereka yang beriman sebagai penolong, maka sesungguhnya Jema’at Allah pasti menang. Disini “ beribadahlah hanya kepada Allah” berarti bahwa orang yang sungguh-sungguh dan secara sempurna beriman kepada Allah dan keimanannya benar-benar suci dari setiap jenis pelanggaran. Mereka itulah kumpulan orang-orang yang akan memperoleh kemenangan dan kejayaan dan mereka itulah sahabat-sahabat Tuhan dan Tuhan adalah Sahabat mereka.

Didalam sebuah Hadis Qudsi Allah swt berrfirman kepada Nabi Besar Muhammad saw “ Barang siapa yang menjadi musuh terhadap sahabat-Ku maka Aku akan nyatakan perang kepadanya. Aku ingin hamba-Ku mendekat kepada-Ku melalui apa yang telah diwajibkan kepadanya. Hamba-Ku yang selalu mendekatkan dirinya kepada-Ku melalui nawafil sehingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku telah mencintainya, Aku menjadi matanya dengan mana ia biasa melihat, Aku menjadi tangannya dengan apa ia memegang, Aku menjadi kakinya dengan apa ia berjalan. Jika ia memohon sesuatu dari pada-Ku, pasti Aku mengabulkannya. Jika ia memohon perlindungan-Ku pasti Aku beri perlindungan kepadanya. Aku tidak mempunyai keraguan sedikitpun tentang hamba-Ku mecuali ketika Aku akan mencabut nyawa seorang mukmin. Ia tidak suka kematian dan Aku juga tidak suka memberi kesulitan terhadap hamba-Ku” Demikianlah perhatian dan perlindungan Tuhan terhadap hamba-Nya yang beriman. Jika manusia mengamalkan setiap perintah Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan penuh kecintaan maka Tuhan akan menjadi Maula-nya (Pelindngnya). Semoga Allah swt memberi taufiq kepada kita semua untuk menjadi orang-orang soleh yang selalu mendekatkan diri kepada Maula kita yang sejati sehingga kita sentiasa menerima pertolongan-Nya dan perlindungan-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita. Amin !!!

Alih Bahasa : Hasan Basri

071109 : Khutbah Khalifah Ahmadiyah : KEUTAMAAN MUKMIN LAKI-LAKI DAN MUKMIN PEREMPUAN

In Ahmadiyah, Ahmadiyah, Jum'at, Khutbah Khalifah Ahmadiyah, November, Tahrik Jadid, Tarbiyat on 6 November 2009 at 04:26

KHUTBAH JUM’AH HADZRAT AMIRUL MUKMININ KHALIFATUL MASIH V atba.
Tanggal 09 November 2007 dari Baitul Futuh London U.K.
Alih bahasa : Hasan Basri

KEUTAMAAN MUKMIN LAKI-LAKI DAN MUKMIN PEREMPUAN

Setelah membaca Syahadat, ta’awwuz dan surat Al-Faatihah, Huzur atba menilawatkan ayat 71 dari Surah At Taubah sebagai berikut : Artinya Dan. Orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan itu satu sama lain bersahabat. Mereka menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan dan mendirikan shalat dan membayar zakat serta mentaati Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah yang akan dikasihi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Surah Taubah ayat 71)

Didalam ayat ini dijelaskan tentang sifat orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan. Tanda-tanda atau sifat-sifat yang indah ini apabila timbul didalam sebuah golongan atau Jemaat, pasti ia adalah Jemaat orang-orang mukmin hakiki. Sebagaimana telah kita baca dari terjemahan diatas bahwa Allah swt telah menjelaskan ada tujuh macam keistimewaan Jemaat orang-orang mukmin. Keistimewaan pertama adalah satu sama lain bersahabat. Mereka bersahabat demikian akrabnya sehingga setiap saat siap untuk saling tolong-menolong. Keistimewaan kedua adalah mereka mengajak orang untuk berbuat baik, menganjurkan orang-orang untuk berbuat baik dan beramal soleh. Selain mereka menginginkan berkat dari Allah swt untuk diri mereka sendiri, mereka juga menginginkan berkat itu untuk orang lain. Dan mereka menghendaki sambil menegakkan kebaikan-kebaikan, dan sambil menegakkan kecintaan antar sesama, ingin menegakkan sebuah Jemaat yang mengamalkan hukum-hukum Allah swt dengan hati yang sungguh-sungguh dan penuh ikhlas. Keistimewaan ketiga adalah mencegah dari setiap keburukan. Mereka mencegah setiap perbuatan yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah swt. Menolong orang-orang yang zalim dan orang-orang mazlum (yang dizalimi) kedua-duanya. Mencegah orang zalim supaya jangan berbuat kezaliman (penganiayaan). Dan setiap waktu siap untuk menolong dan melepaskan orang-orang mazlum (yang diperlakukan secara zalim). Untuk itu jika harus mengeluarkan pengorbananpun mereka itu tidak akan merasa keberatan, agar suasana aman, damai dan sejahtera, serta persaudaraan dapat ditegakkan. Keistimewaan keempat adalah mendirikan shalat. Shalat yang merupakan tiang agama diperintahkan agar setiap orang mukmin memperhatikannya dengan sungguh-sungguh. Jika tidak, pendawaan diri sebagai orang mukmin tidak ada artinya. Hadzrat Masih Mau’ud a.s. sambil menekankan pentingnya shalat bersabda : Shalat adalah amal sholeh yang sangat penting dan ia adalah mi’raj (tangga) untuk mencapai martabat tertinggi bagi orang-orang mukmin. Dan shalat adalah sarana paling baik untuk berdo’a kepada Allah swt. Selanjutnya beliau bersabda : Tidak ada ibadah yang paling baik selain dari pada shalat. Sebab didalamnya terdapat pujian terhadap Tuhan, istighfar dan darood syarif (sanjungan terhadap Allah dan Rasulullah-Nya saw) dan ini semua merupakan kumpulan dari semua ibadah-ibadah. Banyak macam-macam wirid terhimpun semuanya didalam shalat, dengan itu semua kesedihan dan kesengsaraan bathin dapat dijauhkan dan semua kesulitan dapat dipecahkan.

Menunaikan shalat dengan sangat tertib dan sangat hati-hati, menunaikan shalat tepat pada waktunya, dan menunaikan shalat dengan berjemaah, maka firman Allah swt: Itulah ciri-ciri khas orang mukmin sejati. Dan memang seharusnya demikian. Keistimewaan kelima adalah membayar zakat, orang yang membelanjakan harta mereka dijalan Allah swt. Penjelasan selanjutnya akan diberikan kemudian.Keistimewaan keenam adalah ta’at kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Dalam memenuhi kewajiban terhadap Allah swt dan terhadap manusia dengan senang hati sesuai perintah Allah swt dan perintah Rasul-Nya saw. Dan keistimewaan yang ketujuh adalah : terhadap orang-orang mukmin yang menyandang keistimewaan seperti itu semua, Allah swt sangat menaruh belas-kasih terhadap mereka dan merekapun pewaris-pewaris rahmat dan kasih-sayang Allah swt. Allah swt selalu berlaku kasih-sayang dan mencintai orang-orang mukmin seperti itu. Harus diingat selalu bahwa keistimewaan orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan tersebut telah difirmankan oleh Tuhan sendiri Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana.

Dengan mengikat hubungan yang erat dengan Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana ini dan dengan mengamalkan hukum-hukum-Nya maka hasilnya didalam diri kita juga akan timbul sifat arif dan bijksana. Sebagai hasil dari hikmah ini berkat mengamalkan hukum-hukum Allah swt dan Rasul-Nya didalam diri kita timbul kekuatan yang akan menjadi sarana bagi teguhnya Jemaat, sehingga keadilan dan kebijakan akan berdiri dengan kokoh-kuat. Karena hikmah dan kebijakan ini sebagai Jemaat kejahilan dan kebodohan akan dilenyapkan dari tengah-tengah kita dan kita akan berbuat sesuatu berdasarkan akal sehat serta kebijaksanaan dan keadaan pribadi kita akan terus bertambah kuat dan antara sesama kita akan saling cinta-mencintai dan akan meningkatkan hubungan persaudaraan diantara kita. Kita menerima amanat yang penuh dengan hikmah yang dihasilkan dengan penuh pemahaman dari Allah swt Yang Tunggal, yang untuk menyebarluaskannya di zaman ini kepada setiap orang diseluruh dunia Allah swt telah mengutus Hadzrat Ghulam Shadiq Rasulullah saw Imam Zaman, Hadzrat Masih Mauud a.s. Sebagai hamba dari Masih dan Mahdi ini kita menjadi penyampai amanat ini kepada masyarakat dunia. Dan sebagai hasilnya kita akan menjadi orang-orang yang akan menyaksikan kemenangan yang Allah swt telah janjikan kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s.Dengan menciptakan keistimewaan didalam diri kita sendiri, maka kita akan menjadi pewaris nikmat-nikmat yang telah Allah swt janjikan kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s. Maka itulah khabar suka bagi orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan. Bahwa jika kamu sekalian menjadi penyandang keistimewaan itu, maka kalian akan menjadi penyebar luas amanat Allah swt yang sangat agung ini yang dalam setiap perkataannya mengandung hikmat yang luas laksana samudra dan kalian akan menjadi orang-orang yang bernasib baik untuk menyaksikan hari kemenangan Islam diseluruh dunia.

Untuk menjadi penyandang sifat Allah swt dan untuk mendapatkan barkat dari padanya sangat diperlukan sekurang-kurangnya kita harus memiliki keistimewaan didalam diri sehingga hasilnya dapat memperoleh berkat dari sifat Aziz dan Hakim (Maha Perkasa, Maha Bijaksanan). Jika kita berusaha menumbuhkan keistimewaan itu didalam diri kita maka pasti Allah swt Yang Ghalib dan Hakim akan memberi kekuatan kepada lidah kita untuk berbicara, sehingga dengannya kita akan dapat menyampaikan amanat Allah swt yang penuh dengan kebijakan kepada dunia sehingga kita akan menyaksikan kemenangan Islam dan Ahmadiyyat. Maka setiap orang Ahmadi harus memahami betul kepada maksud-maksud yang sangat penting ini. Supaya kita menjadi orang-orang yang menyempurnakan perjanjian bai’at yang kita lakukan kepada Hadzrat Masih Mau’ud a.s. pada zaman ini, bahwa kami setiap waktu bersedia untuk mengorbankan jiwa-raga, harta, waktu dan kehormatan kami untuk menyebar-luaskan ajaran Islam keseluruh dunia.

Sebagaimana telah saya katakan bahwa sekarang saya akan menjelaskan tentang kewajiban membayar zakat atau kewajiban pengorbanan harta. Seperti kita maklum bahwa bulan November ini adalah waktu untuk diumumkannya perjanjian baru candah Tahrik-i-jadid. Bulan Oktober adalah bulan penutupan perjanjian candah tahrik jadid dan pada tanggal satu November dimulai lagi pengumuman perjanjian baru. Namun tepat pada awal bulan November ini tidak dapat diumumkan, baru pada hari ini akan saya umumkan. Dan dalam kesempatan ini akan saya jelaskan lebih lanjut tentang keistimewaan orang-orang mukmin lelaki dan orang-orang mukmin perempuan yang membayar zakat. Apa artinya zakat? Artinya mengeluarkan sebagian dari harta dibelanjakan dijalan Allah swt supaya harta itu suci bersih, menyatakan ita’at kepada Allah swt dan mengharapkan agar Allah swt menurunkan berkat diatas harta itu dan melipat-gandakan jumlahnya.

Maka seorang mukmin yang membelanjakan hartanya untuk keperluan sanak saudaranya, untuk keperluan kerja agama, untuk usaha meraih kemenangan Islam, sesungguhnya ia sedang melakukan perniagaan dengan Allah swt. Yakni dengan perantaraan pengorbanan itu ia akan dapat menarik karunia Allah swt lebih banyak lagi. Oleh sebab itulah Allah swt meningkatkan jumlah hartanya lebih banyak dari sebelumnya, supaya dia dapat mengambil manfa’at dari kenikmatan dunia juga dan dengan membelanjakannya lagi maka Allah swt terus meningkatkan jumlah hartanya itu. Itulah sebuah amal yang merupakan perniagaan yang tidak akan pernah mengalami kerugian. Disatu pihak ia mengeluarkan sebagian dari hartanya dan dipihak lain ia akan menerima berkali-lipat ganda secara berterusan jumlahnya sebagai pembalasan dari padanya.

Didalam urusan dunia, kita sering menyaksikan jika seseorang membelanjakan uangnya untuk sesuatu barang kepada orang lain maka sebanyak harga benda itu orang akan menerima harga dari pada benda itu. Seorang manusia berakal akan membayar harga benda itu setelah betul-betul ia periksa dan perhatikan nilai dari pada setiap benda itu. Dan harganya akan diberikan kepadanya sebanyak biaya yang telah ia keluarkan. Dari perniagaan seperti itu memang dapat dihasilkan faedahnya. Dan sesuai dengan peredaran waktu benda itupun akan semakin berkurang nilainya. Sehingga pada suatu waktu benda itu akan betul-betul menjadi sia-sisa tidak berharga lagi.

Kemudian kita menyaksikan lagi didalam sebuah perniagaan untuk mendatangkan hasil apabila bahan mentah dipergunakan, maka sebagian dari bahan mentah itu menjadi terbuang tidak dipergunakan, sekalipun seratus persen modal dibelanjakan untuk itu semua namun hasilnya tidak dapat diperoleh sepenuhnya, sekalipun semua pengeluaran telah diperhitungkan berapa yang terbuang, kemudian bisnisman (pengusaha) itu menentukan harganya setelah memperhitungkan berapa yang terbuang kemudian menentukan berapa keuntungan yang akan ia peroleh itu. Selain itu banyak lagi hal-hal yang harus diperhitungkan sehingga akhirnya kadang-kadang bukan keuntungan yang diperoleh melainkan kerugian. Akan tetapi Allah swt memberi jaminan kepada hamba-hamba-Nya yang membelanjakan harta mereka dijalan-Nya bahwa harta mereka akan berkembang berlipat ganda. Disatu tempat didalam Al Quran Allah swt berfirman, bahwa Dia akan mengganti tujuh ratus kali kali ganda bahkan lebih banyak lagi dari itu. Maka orang-orang mukmin diingatkan kearah perniagaan seperti itu, sekalipun keuntungan itu diperoleh dengan jalan perniagaan duniawi, akan tetapi apabila kalian membelanjakannya dijalan Allah swt sesuai dengan perintah-perintah-Nya, maka apabila keridoan Allah swt telah diperoleh, pengorbanan kalian akan menjadi sarana untuk memperkuat Jema’at-Nya. Dimana kalian sibuk memeperbaiki keadaan kehidupan diri sendiri, disana kalian juga akan bebas dari pengaruh buruk yang dapat mempengaruhi usaha kalian, supaya beberapa perkara yang mungkin mempengaruhinya tidak akan merugikan perniagaan kalian. Sehubungan dengan pokok masalah ini ditempat lain Allah swt telah berfirman sebagai berikut :Artinya : Dan harta apapun yang kamu belanjakan maka manfa’atnya adalah untuk dirimu, dan sebenarnya tidaklah kamu belanjakan melainkan tujuannya untuk mencari keridhoan Allah. Dan harta apapun yang kamu belanjakan niscaya akan dikembalikan kepada kamu dengan penuh (melimpah) dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (Surah Al Baqarah ayat 273). Jika Allah swt menggunakan perkataan akan dikembalikan dengan penuh (melimpah) maksudnya pengembalian yang tidak terkira banyaknya sehingga manusia tidak mampu membayangkan berapa banyaknya. Setiap manusia melakukan perniagaannya masing-masing. Mereka mencatat dan menghitungnya, membagi dan memperkalikannya menggunakan pencil dan kertas dan sekarang zaman moden menggunakan alat-alat canggih, dengan mesin hitung dengan computer dan lain-lain. Sambil duduk-duduk dihadapan computer membuat planning dan menghitung-hitungnya, 5% atau 10 % diusahakan untuk menetapkan keuntungannya. Jika keuntungannya banyak dia tulis angka lebih besar lagi, apabila sesuatu barang banyak disukai dia lakukan system harga black market sehingga keuntungan dapat diraih sampai 100% besarnya. Itulah batas-batas ketentuan yang dibuat oleh manusia dan apabila didalam itu semua sudah diselesaikan, dia pasti mendapatkan faedah dan keuntungan secara duniawi, akan tetapi jika dalam mengambil keuntungan itu dengan jalan yang tidak benar, ia menjadi berdosa akibatnya harta yang dia peroleh itu tidak dapat dikatakan harta yang bersih dan suci. Akan tetapi Allah swt berfirman, untuk meraih keridhoan Allah swt, harus ditanamkan kecintaan didalam hati kepada Allah swt dan mengamalkan hukum-hukum-Nya dan mengalahkan kecintaan terhadap harta kekayaan. Apa yang kalian belanjakan dijalan-Nya tentu Allah swt akan mengembalikannya kepada kamu dengan sepenuhnya. Pembelanjaan dijalan Allah yang selalu dibalas dengan sepenunya dan berkali lipat ganda serta tidak terbatas jumlahnya. Orang yang mencari harta dengan jalan yang bersih dan suci ia faham kepada masalah duniawi dan juga masalah ukhrawi. Orang seperti ini tidak mau menggunakan kesempatan untuk mengambil keuntungan dari orang yang dalam situasi sangat terdesak atau disa’at orang menghadapi kesulitan. Bahkan ianya selalu berusaha mencegah dirinya dari jalan usaha yang tidak dibenarkan atau tidak dihalalkan oleh hukum agama.

Dengan karunia Allah swt didalam Jema’at ini terdapat banyak orang-orang yang kaya raya selain banyak juga orang yang miskin. Oleh kerana Jema’at ini adalah Jema’at orang-orang mukmin maka setiap tingkatan dari para anggautanya cepat menyadari, bahwa berapapun harta yang telah Allah swt rizkikan kepadanya ia belanjakan sebagian dari padanya dijalan Allah swt, supaya ia menjadi pewaris dari pada karunia-karunia dan ni’mat-ni’mat-Nya.

Banyak juga orang-orang yang sudah berlalu bahkan sekarang juga banyak yang menjalani kehidupan dengan gaji yang ia terima setiap bulan. Akan tetapi apabila mereka mendengar ada gerakan pengorbanan dari Khalifa-e-waqt, mereka mengeluarkan dari uang gaji bulanannya itu untuk mengambil bahgian dalam gerakan pengorbanan itu dengan penuh semangat dan kecintaan. Sehingga mereka menyaksikan banyak karunia Allah swt turun kepada mereka, karena mereka selalu berusaha meraih karunia-Nya dan selalu berusaha meraih keridhoan-Nya juga. Sekarang dengan karunia Allah swt beribu-ribu orang diseluruh dunia telah memahami maksud dan tujuan sebenarnya dari pengorbanan yang sangat penting ini. Mereka melakukan perniagaan dengan Allah swt kemudian mereka membelanjakannya kembali sebahagian dari rizki yang diterimanya itu dijalan Allah swt. Kemudian mereka menyaksikan pembalasannya secara melimpah dari Allah swt.

Seorang Ahmadi telah menulis katanya, saya telah meningkatkan perjanjian Tahrik Jadid berkali lipat. Saya secara pribadi tahu betul orang ini. Dia telah berjanji melebihi kemampuannya. Maka dengan karunia-Nya, Allah swt telah memberi kemampuan kepadanya untuk melunasi perjanjiannya itu. Pada tahun ini dia berjanji lagi dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Kemudian Allah swt telah menurunkan karunia-Nya kepadanya sesuai dengan firman-Nya artinya Dia (Tuhan) memberi rizki kepada-nya diluar jangkauan pikirannya. Tuhan telah menyediakan rizki demikian melimpah kepadanya sehingga keperluan sehari-harinya dapat dipenuhi dan perjanjiannya juga dapat dilunasinya. Setelah menerima banyak karunia dari Allah swt itu, iapun menulis kepada saya : Hati saya betul-betul merasa puas dengan karunia-Nya ini !! Namun harus diingat bahwa berapapun Allah swt menurunkan karunia-Nya kepada kita sehingga hati kita merasa puas, kita tidak dapat memenuhi hak-hak-Nya secara sempurna. Itulah sebabnya kita harus sentiasa mengisi hati kita penuh dengan puji-syukur kepada-Nya. Sebab Allah swt berfirman :Artinya jika engkau bersyukur atas ni’mat-Ku itu maka Aku akan tambah lagi kepadamu. Apabila Allah swt menambah rizki Dia menambahnya dengan berkali lipat ganda, shingga rasa syukur kita tidak memadai terhadap karunia yang Dia berikan secara berlipat ganda itu kepada kita.
Allah swt selalu meningkatkan iman hamba-Nya yang banyak menyanjungkan pujian kepada-Nya dan yang tawakkal sepenuhnya kepada-Nya. Selanjutnya orang ini telah menulis lagi kepada saya katanya, Sekretaris Tahrik Jadid dengan rasa heran berkata kepada saya : Anda membuat perrjanjian tahrik jaddid demikian banyaknya, bagaimana mampukah anda melunasinya ? Lalu saya jawab : jika anda merasa khawatir memikirkan itu, apakah Tuhan tidak khawatir memikirkannya untuk saya, Yang keridhoan-Nya saya harapakan dan berdasarkan perintah-Nya saya telah berjanji dan sedang membelanjakan harta yang telah Dia rizkikan kepada saya?

Semangat dan tawakkal seperti itu timbul didalam hati orang-orang Ahmadi sebab, mereka telah bai’at ditangan Imam Zaman ini. Dan setelah bai’at ditangan beliau mereka mempunyai pengertian dan pemahaman yang sangat dalam tentang sifat-sifat Allah swt. Iman terhadap Allah swt semakin meningkat. Mereka yakin betul terhadap janji-janji Allah swt. Mereka yakin betul bahwa Allah swt selalu menepati janji-janji-Nya. Mereka yakin bahwa pengorbanan yang dilakukan kerana Allah swt dengan penuh ikhlas tidak pernah sia-sia. Mereka mempunyai iman yang sangat teguh bahwa Allah swt memberi pembalasan dan ganjaran yang melimpah terhadap amal soleh yang dilakukan dengan penuh ikhlas demi meraih keridhoan-Nya. Mereka juga yakin bahwa Allah swt sesuai janji-Nya mengganti setiap keadaan rasa takut dengan keadaan aman dan setiap kesusahan dengan kegembiraan. Sebagaimana Allah swt berfirman ; Artinya : Orang-orang yang membelanjakan harta mereka pada malam dan siang dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, bagi mereka ada ganjaran mereka di sisi Tuhan mereka ; dan tak ada ketakutan pada mereka dan tidak pula mereka akan bersedih. (Surah Al Baqarah ayat 275)
Jadi orang-orang yang membelanjakan harta mereka semata-mata karena Allah swt, dan membelanjakan harta demi meraih keridhoan-Nya, maka Allah swt menjauhkan setiap perasaan takut dan kesusahan serta kesedihan mereka. Allah swt menjadi milik mereka dan mereka menjadi milik Allah swt. Dan Allah swt menurunkan barkat-Nya secara melimpah terhadap harta dan jiwa mereka. Sebagaimana terdapat riwayat didalam sebuah hadis yang diceritkan oleh Hadzrat Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah saw bersabda : Seorang yang memperoleh rizki yang suci-bersih berupa sebuah kurma lalu dikurbankan dijalan Allah swt maka Allah swt menerima kurma itu dengan kedua belah tangan-Nya dan Allah swt menjaga dan memeliharanya dan menambahnya terus untuk pemiliknya itu sehingga pada suatu waktu tumpukan buah kurmanya itu akan menyerupai sebuah gunung karena banyaknya. Demikianlah Tuhan menjaga dan memelihara harta hamba-Nya seperti halnya kalian menjaga dan memelihara anak sehingga pada suatu waktu ia menjadi besar.
Jadi itulah janji-janji Allah swt bahwa Dia menambah rizki hamba-hamba-Nya sebagaimana telah dijelaskan didalam Kitab Suci Al Quran dan juga didalam Hadis-hadis Rasulullah saw. Akan tetapi untuk itu kita harus ingat juga kepada persyaratannya, sebagaimana telah saya sebutkan sebelumnya yaitu harta yang dikurbankan dijalan Allah swt itu harus dari rizki yang diperoleh dengan jalan yang benar dan suci bersih agar Allah swt mengabulkannya. Rizki atau harta itu bukan hasil penipuan atau hasil usaha yang tidak halal, misalnya hasil rampasan dari harta orang-orang miskin. Allah swt menuntut orang-orang mukmin untuk mengurbankan harta mereka dijalan-Nya yang telah dihasilkan dengan jalan yang suci-bersih dan dengan hati yang bersih dan dikurbankan untuk membersihkan hatinya. Allah swt Ghani, tidak memerlukan sesuatu dari hamba-hamba-Nya. Allah swt menganjurkan kita mengurbankan harta demi mensucikan harta kita ruh dan kalbu kita.
Jadi selama kita terus membelanjakan harta kita dari hasil usaha yang suci bersih dijalan Allah swt, sambil mengharapkan keridhoan-Nya kita akan terus mendapat ganjaran dari pada-Nya yang berlimpah-limpah tak terbatas banyaknya. Sebagaimana telah saya katakan bahwa untuk menghasilkan keridhoan Allah swt setiap amal kita sebagai Jemaat harus terus semakin baik dan kuat. Untuk menyampaikan amanat Allah swt keseluruh dunia sarana kita juga akan terus semakin besar dan luas dan akan Jemaat ummul mukminin yang menjadi seperti Yakni, bangunan yang sangat kuat yang tidak dapat dikalahkan oleh siapapun. Tidak ada yang dapat membuat kekacauan didalamnya. Akan merupakan sebuah Jema’at yang selalu menyaksikan manifestasi keagungan sifat Aziz Tuhan. Dan pasti Jema’at yang telah didirikan oleh Hadzrat Masih Mau’ud a.s ini adalah Jema’at orang-orang mukmin yang telah banyak membuat perobahan didalam diri mereka. Dan mereka akan menyaksikan manifestasi keagungan Tuhan berkat banyaknya pengorbanan yang telah mereka berikan kepada Jema’at ini. Kita telah menyaksikan karya Hadzrat Khalifatul Masih II r.a. ketika beliau melancarkan sebuah gerakan dengan pertolongan dan dukungan Allah swt untuk membendung arus perlawanan pehak lawan dan untuk mengembangkan tabligh Islam keseluruh dunia dan dengan yakin bahwa beliau dalam mendirikan gerakan itu mendapat pertolongan dan dukungan dari Allah swt dan penuh dengan hikmah dan kebijakan sehingga pada waktu itu nampak sekali bahwa tabligh Islam ini akan tersebar luas keseluruh pelosok dunia dan akan mencapai kemenangan. Dan bukti dukungan Allah swt kepada beliau adalah sekarang kita dapat menyaksikan dalam bentuk tersebarnya Jema’at ini keseluruh pelosok dunia, tersebarnya missi Jema’at, mesjid-mesjid yang dibangun oleh Jema’at, dan setiap tahun tidak sedikit jumlahnya orang-orang yang berfitrat baik dan bersih masuk kedalam Jema’at ini. Golongan Ahrar (musuh utama Jemaat) yang pernah bangkit dengan tujuan utamanya akan menghancurkan Pusat Jema’at Ahmadiyah di Qadian, sekarang tidak ada lagi suaranya, kemana mereka pergi dan dimana mereka sekarang berada ? Akan tetapi berkat gerakan Tahrik Jadid, berkat pengorbanan harta orang-orang Ahmadi, berkat persatuan dan perpaduan Jema’at, berkat itha’at kepada Allah dan kepada Rasul-Nya, berkat sambutan labbaik para Ahmadi terhadap seruan Khilafat , berkat pengorbanan harta untuk meraih ridho Allah swt, Jema’at Ahmadiyah ini telah tersebar luas dalam 189 negara di dunia. Didalam setiap negara banyak sekali orang-orang yang baru masuk kedalam Jema’at Ahmadiyah ini setelah memperoleh pengertian dan pemahaman yang dalam tentang Ahmadiyah, amal soleh mereka, itha’at dan keimanan mereka semakin kuat dan meningkat terus. Dan mereka terus berusaha berlomba-lomba untuk menjadi penyumbang dana bagi Jema’at. Itulah pemandangan manifestasi keagungan Sifat Hakim dan Aziz Allah swt yang sedang diperlihatkan kepada orang-orang Jema’at. Semoga Allah swt sentiasa memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang selalu menunjukkan contoh menjadi Yakni orang-orang yang selalu mencari keridhoan Allah. Dan semoga kita menjadi orang-orang yang menyaksikan kemenangan Islam diseluruh dunia. Sekarang saya sambil mengumumkan dimulainya lagi perjanjian tahun baru Tahrik Jadid bagi Daftar Awwal, kedua, ketiga, keempat dan kelima, sebagaimana biasa saya akan menjelaskan bagaimana semangat pengorbanan harta pada tahun yang lepas dari setiap negara. Sebagaimana telah saya katakan bahwa perjanjian Tahrik Jadid setiap tahun berakhir pada tanggal 31 Oktober. Dan dengan karunia Allah swt laporan yang diterima, kadangkala laporan secara komplit tidak diterima tepat pada waktunya, sesuai dengan itu penerimaan Jema’at Ahmadiyya dari seluruh dunia mata anggaran Tahrik Jadid tercatat 3.612.000 Pound, Alhamdulillah !! Pada tahun yang lalu karansi (mata uang) Pakistan dan Amerika mengalami terus-terusan merosot dibanding dengan karansi Pound. Sekalipun jumlah bilangan pengorbanannya cukup besar namun jika diconvert (dinilai) kepada mata uang Pound tidak kelihatan peningkatan yang sangat besar. Namun sekalipun demikian penerimaan tahun ini terdapat kelebihan sebanyak 110.000 pound dibanding dengan tahun yang lalu. Dari jumlah nilai penerimaan dan persentase seluruhnya maka ranking per-negara dapat disusun sebagai berikut : Pakistan menempati kedudukan pertama. Semua tahu keadaan negeri Pakistan dan tidak tersembuniyi dari pandangan orang. Situasi dinegeri itu sangat kacau-balau dan banyak gangguan kerusuhan, perniagaan para peniaga kita tidak lancar seperti biasa, bahkan banyak diantara anggauta Jema’at disana yang menyatakan prihatin apabila sudah tiba waktunya untuk melunasi perjanjian candah mereka :Candah kami belum lunas !! Disamping itu rakyat Pakistan secara majority keadaannya miskin. Namun demikian sekalipun keadaan miskin namun mereka giat membayar candah. Sebabnya, keimanan mereka kepada Tuhan sangat kuat. Allah swt menjauhkan rasa takut dan ragu dari dalam hati mereka. Jika mereka membelanjakan harta mereka demi keridhoan Allah swt tentu Dia akan memberi pembalasan kepada mereka secara berlipat ganda. Jadi mereka itu sedang melakukan segala-galanya demi meraih keridhoan Allah swt, mereka tidak memikirkan hanya kepentingan diri mereka sendiri, bagaimana akan mendapatkan roti (makanan) untuk hari esok. Mereka menyerahkan pengorbanan secara berterusan. Bagaimanapun keadaannya Pakistan tetap menduduki ranking pertama, kedua Amerika, ketiga Britania, keempat Germany, kelima Canada. Germany ketinggalan dan Britania maju kedepan. Keenam Indonesia, ketujuh India, kedelapan Australia, kesembilan Belgia dan kesepuluh Mauritius. Dan dari antara negara-negara Afrika, Nigeria menduduki ranking pertama.Jumlah pembayar candah Tahrik Jadid terdapat peningkatan dibeberapa negara, diantaranya termasuk Pakistan, Hindustan, Germany, Britania, Indonesia, Tanzania, Benin dan Nigeria. Pada tahun ini tambahan anggauta pembayar candah Tahrik Jadid adalah 16.000 orang dibanding dengan jumlah pejanji tahun yang lepas. Dan jumlah semua adalah 461.000 orang pejanji Tahrik Jadid. Jumlah pejanji tahun lepas yang dikemukakan terdapat kekeliruan, karena ada beberapa laporan yang tidak lengkap dan terdapat kesalahan dalam menjumlah angka. Mulanya ada pendapat disampaikan kepada saya bahwa dalam laporan tahun ini jumlah pejanji seluruhnya tidak usah dilaporkan, laporkanlah jumlah tambahannya saja. Namun bagi kita tidak perlu takut, sebab kita berkurban semata-mata karena Allah swt bukan untuk tujuan duniawi. Selama kita tidak memperhatikan kelemahan-kelemahan pribadi sendiri dan tidak memberi perhatian kepadanya, maka lajunya kemajuanpun tidak dapat diketahui dengan pasti. Dengan karunia Allah swt terdapat tambahan pejanji dari beberapa negara, diantaranya banyak para pendatang baru dalam Jema’at dan mereka ikut ambil bahagian. Pada laporan tahun lepas terdapat kekeliruan dalam menjumlah namun dari jumlah secara keseluruhan memang terdapat penambahan jumlah pejanji. Sebagaimana telah saya katakan apabila kita mengadakan peninjauan terhadap diri sendiri, menaruh perhatian terhadap kelemahan diri sendiri, tentu pekerjaan-pekerjaan kita akan dilimpahi banyak berkat, dan oleh karena ada perhatian terhadap kebaikan tentu kita akan menjadi pewaris-pewaris keridhoan Allah swt. Memang tujuan kita yang utama adalah untuk meraih keridhoan Allah swt. Tidak ada perkara yang tersembunyi dari pandangan Tuhan, kita tidak perlu merasa sebarang khawatiran. Kita tidak usah takut kepada manusia, kita bukan bekerja untuk manusia dan tidak pula minta balasan dari mereka, berapapun pengorbanan kita serahkan dijalan Tuhan ganjaran kita ada ditangan-Nya. Bagaimanapun secara keseluruhan dari negara-negara itu terdapat tambahan pejanji yang baru ikut dalam gerakan Tahrik Jadid ini sebanyak 16.000 orang. Saya telah menggerakkan sebuah anjuran bagi orang-orang yang sudah wafat dari para pejanji yang termasuk dalam Daftar Awwal yang jumlahnya 3743 orang. Dari antaranya 3444 rekening pembayaran orang-orang yang telah meninggal sudah berjalan, yang para ahli waris mereka telah menjalankannya. Dan 299 rekening pembayaran hari ini sudah dijalankan lagi. Jumlah ini diambil dari jumlah keseluruhan yang sudah disebutkan diatas. Dari segi ini semua orang-orang yang telah meninggal dari Daftar Awwal rekening pembayaran mereka sudah berjalan. Untuk perbandingan sekarang keadaan di Pakistan akan dikemukakan urutan kedudukan Jema’at-jema’at local menurut pembayaran mereka. Kedudukan pertama diraih oleh Jema’at Lahore, kedua Rabwah dan ketiga Karachi. Di Pakistan terdapat sepuluh Jema’at yang secara istimewa telah menunjukkan semangat dalam pengorbanan diantaranya; Pertama Rawal Pindi, kedua Islamabad, ketiga Multan, keempat Quetta, kelima Kunhri, keenam Sahiwal, ketujuh Hyderabad, kedelapan Bahawalpur, kesembilan Nawabsyah, kesepuluh Dira Ghazi Khan. Susunan menurut Distrik adalah, pertama Sialkot, kedua Faisalabad, ketiga Gujranwala, keempat Mirpur Khas, kelima Sargodha, keenam Shekhupura, ketujuh Bahawal Nagar, kedelapan Narowal, kesembilan Ukarha, kesepuluh Kesur. Selain dari itu ada beberapa Jema’at kecil-kecil yang menunjukkan semangat didalam pengorbanan diantaranya ; Wah Kent, Sosolah Murad, Karamsingh, Ghtialian, Bashirabad Kent, Bedin, Ludhra, Mianwali dsb. Itu semua sebagai contoh pengorbanan dari Jemaat Negeri Pakistan. Kebanyakan dari mereka terdiri dari orang-orang miskin, sekalipun keadaan mereka sangat miskin namun Pakistan menduduki ranking pertama dari keseluruhan. Sekarang di Britania ada sepuluh Jemaat yang terbaik dalam pembayaran diantaranya, daerah Masjil Fadhal London menduduki saf Awwal, kedua Busher Park, ketiga Bredford, keempat Canthar, kelima Glasgow, keenam Phutin, ketujuh Manchester, kedelapan Earthfild, kesembilan Birmingham East, kesepuluh New Morden. Tahun yang lepas juga saya telah menyusun sesuai dengan pembayaran candah perkapita dan Britania termasuk negara yang paling baik, sekarang setelah diadakan pemeriksaan secara cermat akan saya kemukakan, ada lima daerah terbaik yang memberikan candah secara teratur, pertama Canthar, didaerah ini candah perkapita 237 pound. Kedua daerah Masjid Fadahl London 100 pound perkapita, ketiga Busherpark 80 pound, keempat Newmorden 68 pound perkapita kelima Birmingham 41 pound perkapita. Itu semua diantara Jema’at-jema’at yang besar. Akan tetapi ada beberap Jema’at yang kecil-kecil juga dan jumlah anggautany sedikit akan tetapi anggauta-anggauta disana termasuk berpenghasilan cukup baik dan pembayaran candahnya juga cukup baik. Oleh sebab itu candah perkapita disana cukup besar. Namun demikian dari segi angka yaitu 237 pound, Jemaat daerah Canthar termasuk ranking pertama dan Devan Carneval 158 pound sebagai nomor dua, Spanvaly nomor tiga, Southeast London nomor empat, Masjid Fadhal London 100 pound. Dilihat dari segi nomor keseluruhan daerah Masjid Fadhal menduduki ranking dua dan dari segi pengorbanan menduduki ranking pertama. Jemaat Amerika juga ingin supaya keadaan mereka dikemukakan. Dari segi penerimaan dan segi kedawaman membayar candah, pertama Jemaat Silicon Valley, kedua Chicago West, ketiga North Virginia, keempat Losangelose East dan kelima Detroit. Semoga Allah swt memberi ganjaran yang paling baik kepada para pembayar canda itu, menurunkan barkat yang tidak terkira terhadap harta dan jiwa-raga mereka, semoga Dia menambah harta mereka yang suci-bersih secara terus-menerus, dan semoga menjadikan mereka semua orang-orang yang bersemangat memberi pengorbanan demi meraih keridhoan Tuhan Yang Memiliki semua kekuasaan, semoga Dia memberi mereka semua keikhlasan berkorban lebih dari masa-masa sebelumnya. Dan semoga mereka menjadi orang-orang yang betul-betul memahami dan menjiwai sifat-sifat Allah swt. Semoga mereka menjadi orang-orang yang memiliki keistimewaan seperti yang dimiliki oleh Jema’at orang-orang mukmin yang sejati. Sebagaimana telah saya katakan bahwa seperti pada tahun lepas terdapat kekeliruan didalam menjumlah peserta yang berjanji, oleh itu pertama saya anjurkan supaya setiap Jema’at harus betul-betul memeriksanya dengan sebaik-baiknya sebelum dikirim, khasnya Jema’at dinegara-negara Afrika. Kedua sekalipun Jema’at yang banyak melakukan pembayaran dan terdapat peningkatan dalam jumlah yang berjanji, akan tetapi banyak sekali negara-negara di Afrika, dimana masih terdapat banyak peluang, jika para muballighin disana dan para anggauta pengurus berusaha dengan cermat maka jumlah pejanji ditahun yang akan datang akan menjadi dua kali lipat jumlahnya. Jika terjadi kemalasan pada para petugas yang diberi tanggung jawab untuk ini dan jika para pengurus Jema’at dan juga para muballighin tidak memberi pengertian dan pemahaman yang betul tentang itu kepada mereka, bagaiamana mereka akan mengetahui pentingnya anjuran-anjuran ini (Tahrik jaddid dan waqaf jadid). Padahal seseorang yang berfitrat baik telah mengabulkan Ahmadiyyah, maksudnya tiada lain untuk meraih keridhoan Allah swt dan untuk menggabungkan diri kedalam Jema’at orang-orang mukmin sejati. Maka sebagaimana telah berulang kali saya mengatakan kepada saudara-saudara sekalian bahwa para mubayi’in baru harus dilibatkan secara khas untuk segera mengambil bahgian didalam gerakan Tahrik jadid dan Waqaf Jadid ini, sekalipun hanya membayar sedikit saja. Mereka jangan dibiarkan ketinggalan untuk meraih keistimewaan didalam segi kebaikan apapun yang menjadi ciri istimewa dari Jema’at orang-orang mukmin. Semoga Allah swt memberi taufiq kepada setiap anggauta Jema’at dan kepada para anggauta pengurus untuk mamahami intisari ajaran tersebut dan memberi taufiq kepada mereka untuk meningkatkan keikhlasan didalam pengorbanan. Amin !!

http://ahmadiyah.info/

Zainul Maarif : AHMADIYAH DAN PERTAHANAN-KEAMANAN INDONESIA

In Ahmadiyah, Ahmadiyah, November, Rabu, Tabligh, Ustadz on 4 November 2009 at 11:06

Umumnya, kelompok minoritas merasa gamang terhadap kelompok mayoritas. Di Indonesia, justru kebalikannya. Orang-orang Islam yang mengaku mewakili “mayoritas” umat Islam Indonesia mencemaskan keberadaan Ahmadiyah.

Pseudo representasi “mayoritas” umat Islam itu menganggap Ahmadiyah sesat, meminta jamaah Ahmadiyah keluar dari atau masuk ke dalam agama Islam “yang benar”, merusak aset-aset Ahmadiyah, dan meminta pemerintah melarang eksistensi Ahmadiyah di Indonesia.

Ironisnya, pemerintah terlihat linglung: tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Alih-alih mengamankan oknum-oknum yang meneror bahkan merugikan jamaah Ahmadiyah, pemerintah justru cenderung membiarkan semua itu terjadi. Ketimbang melindungi keyakinan dan keberlangsungan hidup jamaah Ahmadiyah, pemerintah justru turut latah mengikuti fatwa penyesatan Ahmadiyah yang diluarkan MUI dan merancang pembuatan SKB (Surat Keputusan Bersama beberapa menteri) penguat fatwa tersebut.

Dilihat dari sudut pandang teori pembentukan pemerintahan negara, pemerintah Indonesia gagal menjadi nightwatchman state—meminjam istilah Robert Nozic (1974)—yang bertugas menjaga keamanan seluruh penduduk tanpa turut campur urusan privasi mereka. Dirujuk pada konstitusi Indonesia, pemerintah, di satu sisi, mengabaikan UUD 1945 yang melindungi kebebasan beragama dan berkeyakinan dan, di sisi lain, gagal mensosialisasikan dan menginternalisasikan semangat toleransi tersebut kepada bangsa Indonesia. Kalaupun posisi pemerintah Indonesia dalam hal ini dikaitkan dengan kovenan hak sipil politik yang telah dirativikasi dan diadopsi Indonesia ke dalam UU No.12 Tahun 2005, maka pemerintah dinyatakan melanggar hak-hak jamaah Ahmadiyah lantaran membiarkan orang atau sekelompok orang melanggar hak sipil politik orang lain.

Terkait dengan bahan pertimbangan yang terakhir itu, Indonesia dalam kondisi bahaya. Dunia internasional tentu memperhatikan seluruh tindakan yang dilakukan pemerintah Indonesia terhadap Ahmadiyah. Dulu, di kasus Timor-Timur, Indonesia diintervensi PBB lantaran melakukan perbuatan pelanggaran HAM (by commission). Sekarang, di kasus Ahmadiyah, masyarakat dunia sangat potensial mengintervensi pemerintahan Indonesia yang jelas-jelas melanggar HAM dengan membiarkan terjadinya pelanggaran hak sipil politik (by omission).

Jika intervensi internasional singgah lagi di Tanah Pertiwi, embargo mungkin pula dialami Indonesia. Konsekuensinya, gerak laju pemerintahan dalam mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia akan terhambat. Pada tingkatan yang lebih lanjut, kondisi keamanan bahkan pertahanan Indonesia pun akan terganggu.

Namun, semua kemungkinan buruk itu bisa dihindiri bila pemerintah Indonesia (1) bersungguh-sungguh menjalankan konstitusi dan konvensi HAM yang telah dirativikasi, dan (2) benar-benar menjunjung tinggi demokrasi, HAM dan pelaksanaan hukum yang berkeadilan. (Zainul Maarif, Jakarta, 8 Mei 2008)

http://zainulmaarif.blogspot.com/2008/05/ahmadiyah-dan-pertahanan-keamanan.html

Hormati Klarifikasi Ahmadiyah

In Ahmadiyah, Ahmadiyah, Berita, Kiyai, November, Tabligh, Ulama, Ustadz on 4 November 2009 at 10:45

Ketika Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) memberikan klarifikasi 12 ajarannya Selasa 15 Januari lalu, seorang kawan saya mengirim pesan pendek, “Sembilan puluh sembilan persen iman Ahmadiyah sama dengan Islam kita wabilkhusus Mirza Ghulam Ahmad bukan nabi tapi guru dan Tadzkirah bukan kitab suci—apakah mereka masih akan dikejar juga?” Saya tak bisa menjawab hanya berharap yang baik.

Kekerasan terhadap Ahmadiyah selama ini sudah di luar batas kewajaran, dan wajib dihentikan. Pasalnya tak hanya kehancuran fisik yang telah terjadi, namun lebih dari itu telah sampai pada tahap banalisasi kekerasan. Kekerasan di maqam ini tak lagi dipandang dan dirasakan sebagai kekerasan, namun sebagai kebiasaan yang tak bisa ditimbang oleh akal yang sehat.

Kekerasan yang terus terjadi terhadap jamaah Ahmadiyah yang tak henti-hentinya dipertontonkan televisi, diberitakan surat kabar, diangkat dalam diskusi malah membuat mata, telinga, akal, dan hati kita lagi awas dan waras. Sehingga praktik kekersan yang sebelumnya dianggap sebagai ketakwajaran bahkan kejahatan menjadi kewajaran karena hantamannya yang bertubi-tubi menumpulkan nalar dan mematikan rasa. Kekerasan model inilah yang lebih menakutkan, bukan lagi kekerasan yang terjadi sebagai kasus, namun kekerasan yang telah menjelma sebagai tradisi karena matinya akal dan nurani. Penghentikan kekerasan berarti juga kembalinya kewarasan publik.

Sayangnya masih ada beberapa kelompok yang tak berpihak pada kewarasan publik ini. Mereka ingin menguapkan klarifikasi Ahmadiyah tersebut. Dalam sepekan ini kita bisa melihat siapa saja kelompok-kelompok itu, mereka yang terus menghasut agar timbul gejolak dan penghakiman sepihak terhadap Ahmadiyah.

Pertama, Republika melaui headlinenya selama 4 hari berturut-turut: “Awasi Ahmadiyah” (Rabu 16/01), “MUI: Ahmadiyah Tetap Sesat” (17/01), “Menteri Agama Didesak Tegas” dan “Ahmadiyah Lagu Lama, Aransemen Baru” (Kamis, 18/01), “Ahmadiyah Tetap Terlarang” (Jumar, 19/01). Media ini aneh yang konon dicitrakan sebagai harian nasional Islam, namun tak berpihak pada tabayun (klarifikasi) dengan memfokuskan pemberitaanya pada pihak-pihak dan individu yang selama ini menyerang Ahmadiyah.

Politik headline harian ini juga janggal karena seluruh media nasional menyorot pada status hukum Soeharto dan harga kedelai yang semakin naik, namun Republika lebih suka berjualan penyesatan akidah. Saya tak habis pikir dimana letak kelebihan berita Ahmadiyah dibanding dengan status hukum Soeharto atau harga bahan-bahan pokok yang terus naik? Adakah agenda tersembunyi di balik politik headline itu?

Kedua, Forum Umat Islam (FUI) melalui tokohnya Muhammad al-Khaththath. Sepanjang pengetahuan saya, al-Khaththath ini ketua Hizb Tahrir Indonesia: sebuah partai Islam transnasional yang akidah politiknya bertentangan dengan ideologi negara kita. Sistem negara yang diingkan oleh Hizb Tahrir bukan republik (jumhuriyah), atau federasi (ittihadiyah) namun negara khilafah yang bertentangan dengan sistem negara kita yang republik. Hizb Tahrir juga akan menghapus teritori wilayah Idonesia dengan memasukkannya dalam wilayah khilafah Islam. Hizb Tahrir juga memiliki keyakinan bahwa demokrasi adalah sistem kafir (nidzamul kufr). Hizb Tahrir inilah yang semestinya perlu diwaspadai karena akan menghancurkan ideologi yang telah dibangun oleh founding fathers kita. Dibanding ormas-ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Al-Wahsliyah termasuk juga Ahmadiyah yang memiliki sejarah yang cukup panjang di Indonesia, Hizb Tahrir tak hanya “masbuq” dalam jemaah ormas Islam itu, namun sudah ketinggalan jauh, sehingga ideologi dan tujuan kelompok ini bertentangan dengan ideologi negeri kita: NKR, Pancasila dan UUD 45.

Pun karakter Islam Hizb Tahrir juga bukan karakter Islam di Indonesia yang lebih mengutamakan dakwah kultural dan menggarap langsung masyarkat melalui pendidikan: pesantren dan sekolah, rumah sakit, dan lain-lain. Sedangkan Hizb Tahrir adalah kelompok yang dibayangi trauma kekalahan akibat runtuhnya Imperium Othmaniyah di Turki, dan kelompok ini sebagai partai politik transnasional tidak memiliki lembaga-lembaga pendidikan, pelayanan kesehatan, atau yang berkaitan langsung dengan hajat masyarakat banyak.

Saya memiliki dugaan, Forum Umat Islam (FUI) ini adalah kamuflase dari Hizb Tahrir yang akhir-akhir ini terpojok karena ideologi mereka dihadapkan dengan ideologi negara kita, sehingga beberapa petinggi mereka perlu melakukan strategi dengan memperbanyak topeng. Dugaan ini bisa menjadi keyakinan karena kuatnya suara Muhammad al-Khaththath, ideolog Hizb Tahrir Indonesia di kelompok ini. Selain FUI, Hizb Tahrir juga memiliki “produk baru” lain yaitu Gerakan Mahasiswa Pembebasan yang setiap demonstrasi mereka menggunakan ikat kepala putih dengan tulisan dua kalimat syahadat bertinta hitam. Namun Hizb Tahrir ini tak bisa membohongi masyarakat umum karena ada kemiripan slogan, agenda, modus pergerakan hingga font (jenis huruf) yang mereka gunakan sebagai pamflet.

Ketiga, kelompok yang menamakan dirinya Gerakan Umat Islam Indonesia (GBUII) yang dipimpin oleh Habib Abdurrahman Assegaf. Melalui informasi yang kami kumpulkan di Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), Abdurrahman Assegaf ini memiliki nama asli Abdul Haris Umarella, putra asli Ambon. Kami juga tidak tahu dari mana ia mendapatkan gelar kehormatan habib dan mendapatkan gelar marga bangsawan Arab: Assegaf. Abdul Haris Umarella ini pula yang selama ini terus melakukan intimidasi terhadap masjid-masjid yang digunakan oleh jamaah Ahmadiyah untuk salat jemaah.

Masih segar dalam ingatan saya ketika Abdul Haris Umarella mendatangi masjid al-Fadl bersama anak buahnya di Bogor bulan Desember kemaren, ia membawa kitab tebal yang ia yakini sebagai Tadzkirah, dalam tuduhannya juga Tadzkirah adalah kitab suci Ahmadiyah. Dan ia pun menginjak-injak kitab tersebut. Saya hanya bisa terperangah, bagaimana ia bisa menginjak sebuah kitab yang di dalamnya ada tulisan lafadz Allah, dan ayat-ayat al-Quran?

Keempat, KH Ma’ruf Amin mantan ketua Komisi Fatwa MUI yang masih ngotot dengan fatwanya soal kesesatan Ahmadiyah. Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada Kiai Ma’ruf, saya melihat beliau lebih sebagai politisi daripada seorang ulama yang faqih. Jabatan-jabatan beliau dalam politik praktis dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kemudian terlibat konflik ikut mendirikan Partai Kebangkitan Nadlatul Ulama (PKNU) hingga jabatannya sebagai salah seorang dewan pertimbangan presiden. Dan kengganan Kiai Ma’ruf saat ini lebih pada egoisme seorang politisi bukan kerendahan hati yang bisa ditemukan pada ahli fiqih.

Hemat saya, fatwa MUI itu dikeluarkan karena sejumlah alasan, manakala akidah Ahmadiyah tidak lagi sesuai dengan argumentasi fatwa itu, maka sudah seharusnya fatwa tersebut dicabut karena bisa dijadikan dalih oleh kelompok-kelompok yang bisa mengganggu kewarasan publik. Ahmadiyah melalui 12 klarifikasinya bukanlah kelompok yang “sesat dan menyesatkan”, namun insya Allah kelompok yang “selamat dan menyelamatkan”.

Mohamad Guntur Romli

Tulisan Imam Mahdi : Rukun Islam: Haji

In Ahmadiyah, Ahmadiyah, Imam Mahdi, November, Rabu, Tabligh, Tarbiyat on 4 November 2009 at 04:56

Bentuk lain dari ibadah adalah naik Haji ke Mekah. Pelaksanaan ibadah Haji tidak asal sebagai pelaksanaan formalitas berangkat ke Tanah Suci berbekal uang yang diperoleh secara halal atau tidak halal dan setelah melaksanakan tawaf serta ritual lainnya yang ditetapkan berdasar petunjuk yang menjadi pemelihara Kaabah, lalu pulang membual dan menyombongkan diri bahwa ia telah melaksanakan ibadah Haji. Tujuan ibadah Haji sebagai¬mana diinginkan Allah s.w.t. tidak akan dapat dicapai dengan cara demikian itu.

Hakikat daripada tahap terakhir perjalanan seorang pencari kebenaran adalah menarik diri sepenuhnya dari segala tuntutan dan nafsu egonya serta menenggelamkan diri sepenuhnya dalam kasih Allah s.w.t. dan pengabdian kepada-Nya. Tawaf di sekeliling Kaabah menggambarkan secara visual bentuk pengorbanan dari seorang pecinta sejati yang bersedia mengorbankan jiwa dan kalbunya. Sebagaimana ada sebuah Rumah Allah di bumi ini, begitu juga ada sebuah lagi yang ada di surga. Sampai seseorang bisa menyelesaikan tawaf mengitari Rumah Allah yang di surga maka tawafnya mengitari Rumah Allah di bumi belum bisa dianggap sempurna.

Mereka yang melaksanakan tawaf mengitari Rumah Allah yang di bumi, melakukannya dengan melepaskan semua pakaian dan hanya menyisakan selebar kain ihram untuk menutup tubuhnya, tetapi mereka yang bertawaf di sekitar Rumah Allah di surga malah melepaskan seluruh penutup tubuh dan berdiri telanjang hanya karena demi Allah yang disembahnya. Tawaf merupakan tanda dari para pecinta Tuhan. Mereka berputar di sekeliling Kaabah seolah-olah mereka tidak lagi memiliki keinginan pribadi dan hanya mengabdi sepenuhnya kepada Wujud-Nya.

Esensi Ajaran Islam Jilid 2

Alih Bahasa : AQ. Khalid

INDIKATOR ISA IBNU MARYAM MENURUT IBNU ABBAS RADHIYALLAHU ‘ANHU

In Isa, Isa Ibnu Maryam, Isa Yang Dijanjikan, Islam, November, Tabligh on 3 November 2009 at 15:03

Terjemah dan komentar

Oleh : Abdul Rozzaq

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: اَلدَّجَّالُ أَوَّلُ مَنْ يَتَّبِعُه سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْيَهُودِ عَلَيْهَا السِّيجَانُ – وَهِيَ اْلأَكْسِيَةُ مِنْ صُوفٍ أَخْضَرَ يَعْنِي بِهِ الطَّيَالِسَةُ – وَمَعَه سَحِرَةُ الْيَهُودِ يَعْمَلُونَ الْعَجَائِبَ وَيَرَاهَا النَّاسُ فَيُضِلُّونَهُمْ بِهَا وَهُوَ أَعْوَرُ مَمْسُوحُ الْعَيْنِ الْيُمْنَى يُسَلِّطُهُ اللهُ عَلَى رَجُلٍ مِنْ هذِهِ اْلأُمَّةِ فَيَقْتُلُه ثُمَّ يَضْرِبُه فَيُحْيِيهِ ثُمَّ لاَ يَصِلُ إِلَى قَتْلِه وَلاَ يُسَلِّطُ عَلَى غَيْرِه وَتَكُونُ آيَةُ خُرُوجِه : تَرَكَهُمُ اْلأَمْرَ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيَ عِنِ الْمُنْكَرِ وَتَهَاوُنٌ بِالدِّمَاءِ وَضَيَّعُوا الْحُكْمَ وَأَكَلُوا الرِّبَا وَشَيِّدُوا الْبِنَاءَ وَشَرِبُوا الْخُمُورَ وَاتَّخَذُوا الْقِيَانَ وَبِسُوا الْحَرِيرَ وَأَظْهَرُوا بِزَّةَ آل فِرْعَوْنَ وَنَقَضُوا الْعَهْدَ وَتَفَقَّهُوا لِغَيْرِ الدِّينِ وَزَيَّنُوا الْمَسَاجِدَ وَخَرَبُوا الْقُلُوبَ وَقَطَعُوا اْلأَرْحَامَ وَكَثُرَتِ الْقُرَّاءُ وَقَلَّتِ الْفُقَهَاءُ وَعُطِلَتِ الْحُدُودُ وَتَشْبَهُ الرِّجَالُ بِالنِّسَاءِ وَالنِّسَاءُ بِالنِّسَاءِ بَعَثَ اللهُ عَلَيْهِمُ الدَّجَّالُ فَسُلِّطَ عَلَيْهِمْ حَتَّى يُنْتَقَمَ مِنْهُ وَيَتَجَاوَزُ الْمُؤْمِنُونَ إِلَى بَيْتِ الْمُقَدَّسِ ، قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَعِنْدَ ذَالِكَ يَنْزِلُ أَخِي عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ مِنَ السَّمَاءِ عَلَى جَبَلٍ أُفِيقَ إِمَامًا هَادِيًا وَحَكَمًا عَدَلاً عَلَيْهِ بُرْنُسٌ لَه مَرْبُوعُ الْخَلْقِ أَصْلَتُ سَبْطُ الشَّعْرِ بِيَدِه حِرْبَةٌ يَقْتُلُ الدَّجَّالَ فَإِذَا قُتِلَ الدَّجَّالُ تَضَعُ الْحَرْبَ أَوْزَارُهَا فَكَانَ السِّلْمُ فَيَلْقَى الرَّجُلُ اْلأَسَدَ فَلاَ يُهِيجُه وَيَأْخُذُ الْحَيَّةَ فَلاَ تَضُرُّه وَتَنْبُتُ اْلأَرْضُ كَنَبَاتِهَا عَلَى عَهْدِ آدَمَ وَيُؤْمِنُ بِه أَهْلُ اْلأَرْضِ وَيَكُونُ النَّاسُ أَهْلَ مِلَّةٍ وَاحِدَةٍ

Dari Ibnu Abbas berkata: Orang pertama yang mengikuti Dajjal adalah 70000 Yahudi, padanya ada saijan, yaitu pakaian-pakaian wool hijau, yakni pakaian asing yang khusus dipakai orang besar atau ulama – bersamanya tukang-tukang sihir Yahudi yang berbuat keanehan dan manusia melihatnya lalu mereka menyesatkan mereka dengan itu, dan ia buta mata kanannya, Allah memberikan kekuasaan atasnya kepada seorang pria dari umat Islam ini, lalu ia membunuhnya, kemudian ia memukulnya dan menghidupkannya, kemudian ia tidak sampai kepada pembunuhannya dan Ia tidak memberikan kekuasaan kepada selainnya, tanda keluarnya adalah mereka meninggalkan amar ma‘ruf nahi munkar, mudah terjadi peperangan, sempitnya hukum, mereka memakan riba, mereka membangun bangunan, mereka meminum khamer, mereka menjadikan para artis, mereka mengenakan kain sutra, mereka memenangkan senjata keluarga Firaun, mereka merusak perjanjian, mereka mengerti selain agama, mereka menghiasi masjid-masjid, mereka merobohkan hati, mereka memutuskan tali persaudaraan, banyak para pembaca, sedikit orang-orang yang mengerti, hukum tidak ditegakkan, kaum pris seperti kaum wanita dan kaum wanita seperti kaum pria, sesame pria merasa tercukupi dengan pria dan sesame wanita merasa tercukupi dengan wanita, Allah membangkitkan Dajjal kepada mereka dan mereka dikuasainya hingga tersiksa hidupnya, orang-orang mu’min melampoi batas sampai ke Baitul-Muqaddas; Ibnu Abbas berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ketika itu saudaraku Isa ibnu Maryam turun dari langit di atas gunung yang diingatkan sebagai Imam yang memberi petunjuk dan hakim yang adil, ia mengenakan sejenis mantol, makhluk yang ketinggiannya sedang, ia berjalan cepat berambut lebat, di tangannya bentuk peperangan, ia membunuh Dajjal, apabila Dajjal sudah dibunuh maka dosa-dosa peperangan dihilangkan, maka terjadilah perdamaian, sehingga seorang pria bertemu singa, ia tidak marah, ia mengambil ular tidak membahayakannya, tanah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan seperti pada zaman Adam, penduduk bumi beriman kepadanya, dan manusia menjadi para pengikut agama yang satu (Ischaq bin Basyar, Ibnu Asakir dan Kanzul-Ummal, Juz XIV/39726)

Sumber:
http://abdulrozzaq.blogspot.com/